Demokrat Ancam Buka Obrolan SBY-Prabowo, BPN: Nggak Usah Digertak-gertak

7555
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade

MONITOR, Jakarta – Wasekjen DPP Gerindra Andre Rosiade mengingatkan sejumlah politisi Demokrat agar tidak mencari pembenaran di ruang publik soal keterlibatannya di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, pada Pilpres 2019 kemarin.

Jika Demokrat memutuskan untuk keluar dari koalisi BPN, Andre pun tak segan mempersilahkan partai berlambang bintang mercy itu untuk bergabung dengan kubu sebelah. Hal itu diungkapkan Andre menyindir tingkah sejumlah politisi Demokrat seperti Ferdinand Hutahaean.

“Menarik dalam 8 bulan kampanye, bung Ferdinand selalu hadir di acara pak Prabowo dan memuji-muji pak Prabowo. Saran saya, kalo mau keluar jangan cari pembenaran,” ujar Andre, Selasa (11/6).

“Kalo mau keluar silahkan saja. Kami ucapkan selamat jalan semoga mendapatkan yang di inginkan di kubu sebelah,” tambahnya lagi.

Bahkan mendapati ancaman Ferdinand mengenai pihaknya akan membongkar percakapan antara SBY dengan Prabowo, Juru Bicara BPN ini pun tak keberatan.

Andre mengingatkan agar partai Demokrat tak usah berlebihan memberikan ancaman hingga menggertak koalisi yang sudah solid.

“Menjawab ancaman saudara Ferdinand yang akan membongkar percakapan pak Prabowo dengan pak SBY di Puri Cikeas. Silahkan saja dibongkar, enggak usah digertak-gertak,” tegasnya.

“Saya tegaskan percakapan pak Prabowo sangat konstitusional dan menghormati pak SBY dan bu Ani,” imbuhnya mengingatkan.