Jumat, 3 Desember, 2021

Menhub Pastikan Manajemen Pelayanan Pelabuhan Kali Adem Berjalan Baik

MONITOR, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara. Tinjauan bertujuan untuk memastikan manajemen pelayanan dan keselamatan pelayaran rakyat di Pelabuhan Kaliadem yang pada masa libur lebaran dapat berjalan dengan baik.

“Hari ini saya memastikan agar semua manajemen pengelolaan Pelabuhan Kaliadem ini berlangsung dengan baik. Over all ada suatu persiapan yang relatif baik, tadi saya cek,”kata Menhub dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/6).

“Jadi kalau mau berjalan dengan baik itu sederhana, kuncinya adalah dilakukan secara konsisten. Karena kalau konsistensi itu tidak ada, akan percuma,” tambah Menhub.

Dalam peninjauan, Menhub mengecek sejumlah lini, dari kelengkapan surat-surat kapal, kelengkapan alat-alat keselamatan di dalam kapal, kesesuaian data manifest kapal, serta kelengkapan surat nakhoda dan awak kapal.

- Advertisement -

Setidaknya, ada beberapa yang menjadi catatan penting Menhub, adalah masalah manifest penumpang dan sistem ticketing kapal.

Terkait manifes, Menhub menekankan tidak boleh ada penumpang yang berangkat tanpa masuk manifes, karena manifes tersebut akan dicocokkan dengan kemampuan kapal. Tidak boleh ada kapal yang melebihi kapasitas.

“Prosedur ini adalah prosedur baku, saya minta kepada kepala pelabuhan dan semua petugas-petugas ini melakukan proses yang namanya membuat manifes dan mengecek di kapal apakah benar, ada manifes tetapi tidak di cek di kapal juga salah,” sebut dia

“Ini yang sering terjadi, bisa saja jumlahnya bertambah. Saya memastikan bahwa tidak boleh ada kapal yang melebihi kapasitas, tidak boleh ada penumpang yang berangkat tanpa masuk manifes,” urai Menhub.

Menhub pun meminta sebelum kapal diberangkatkan, agar koordinasi dengan stakeholder terkait seperti Kepolisian dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub dilakukan secara konsisten.

Menhub juga mengkritisi sistem ticketing kapal yang masih bersifat tradisional, yakni membeli langsung di pelabuhan. Ia menghimbau kepada pengelola agar sistem ini diperbaiki dengan cara menjual tiket secara online. Penjualan tiket secara online juga akan memudahkan pencatatan manifes dan pengecekan penumpang.

“Jadi saya pikir suatu manajemen pertiketan belum maksimal di sini. Oleh karenanya saya menghimbau tim dari DKI untuk sistem tiketnya itu dari online saja sehingga dari awal kita sudah tahu manifesnya itu siapa dan tinggal di print saja, tidak ditulis dengan tangan. Itu perlu kita evaluasi,” pungkas Menhub.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER