Bom Bunuh Diri di Kartosuro, Tetangga: Pelaku Jarang Bersosialisasi

1110

MONITOR, Jakarta – Ledakan bom bunuh diri guncang Kartusuro, Sukoharjo, tepatnya di Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 2019 di kawasan Bundaran Kartosuro, Sukoharjo, Senin 3 Juni 2019, pukul 22.00 WIB.

Pelaku bom diduga bernama Rofik Asharudin (22), warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartosuro, Sukoharjo. Kini terduga pelaku masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Semarang.

Warga Dusun Kranggan, Wirogunan, Kartosuro, tak menyangka salah satu tetangganya menjadi pelaku peledakan Pospam Kartosuro, Sukoharjo.

Kepada awak media Kepala Desa Wirogunan, Marjono (66), menjelaskan ada beberapa barang ditemukan polisi saat menggeledah rumah Rofik.

Penggeledahan berlangsung selama 15 menit. Saya ikut menyaksikan. Yang saya tahu polisi menemukan belerang, arang, kabel-kabel, baterai HP. Jumlahnya dua plastik kecil. Ada alumunium sebesar jari,” terang Marjono.

Dia menambahkan, semua barang tersebut ditemukan di dalam lemari pakaian Rofik yang berada di dalam rumahnya. Saat ini, rumah Rofik di kawasan Dusun Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, disterilkan. Polisi tidak menemukan senjata apa pun saat menggeledah rumah Rofik.

“Saya di dalam tadi hanya menyaksikan. Barang-barang semua dibawa polisi. Lokasinya di dalam rumah pelaku. Semua barang itu ditemukan di lemari pakaian kamar Rofik,” kata Marjono.

Dia, menuturkan, keseharian, Rofik dan keluarganya dikenal sebagai pribadi tertutup. Marjono mengatakan, Rofik dan keluarganya jarang bersosialisasi dengan tetangga di lingkungan sekitar.

“Rofik jarang bersosialisasi dengan lingkungan. Dia lulusan MAN 2 Solo. Pernah jualan gorengan dulu sekitar Pasar Nongko dan UNS. Sekarang pengangguran. Orang tuanya aktivitasnya sebagai penjahit. Ibunya pengusaha katering. Jadi, dia tidak mendapat pengawasan di rumah,” terang Marjono.

Dilain pihak, kepolisian meminta semua pihak bersabar menunggu hasil pemeriksaan tim Gegana Polri terkait jenis bom bunuh diri di Pospam Tugu Kartosuro, Solo.

“Saat ini masih ditangani Gegana. Jadi saya belum bisa menentukan daya ledak dari peledak yang dipakai terduga pelaku. Apakah berdaya ledak tinggi atau rendah,” papar Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di lokasi kejadian, Selasa (4/6/2019).

Menurut Kapolda, saat kejadian, di Pospam Tugu Kartosuro ada tujuh personil kepolisian yang tengah bertugas. Empat personil ada di dalam pospam dan tiga personil tengah mengatur lalu lintas lebaran.

“Untungnya anggota kami tidak ada yang terluka,”ujarnya.

Menyusul adanya aksi percobaan bom bunuh diri, Kapolda mengintruksikan jajarannya, terutama yang tengah bertugas di lapangan untuk sama-sama saling melindungi. Terutama untuk anggotanya yang menggunakan seragam dinas agar tidak sendirian saat bertugas.

“Artinya, bila ada anggota yang menggunakan seragam dinas, maka anggota lainnya untuk saling menjaga satu sama lainnya,”terangnya.

Meski kembali terjadi serangan terhadap institusinya, Kapolda menegaskan pihaknya tidak akan pernah gentar menghadapinya. Pasalnya serangan terhadap institusi Polri di Indonesia tidak hanya sekali saja terjadi.

“Serangan terhadap institusi kami ini tidak hanya kali ini saja terjadi. Tapi sudah sering terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia,”pungkasnya.

Sementata itu, Ruas jalan Ahmad Yani dan Jalan Diponegoro yang sempat ditutup total oleh aparat Kepolisian pasca ledakan Pospam Tugu Kartosuro, sudah kembali di buka.

Satu persatu personil kepolisian sudah kembali ditarik. Termasuk personil dari TNI yang ditugaskan untuk membantu mengamankan lokasi kejadian. ()