MONITOR, Jakarta – Tragedi kerusuhan yang terjadi pada aksi 21 dan 22 Mei kemarin tidak sepenuhnya disalahkan Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Wasekjen DPP Demokrat Rachland Nashidik menilai ada pihak lain yang turut bertanggungjawab atas peristiwa itu.
Rachland kembali menekankan, jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi kemarin bukanlah akibat laga pertarungan Jokowi dan Prabowo.
“Sulit menghalau kesan kisruh ini bukan cuma akibat laga ulang Jokowi-Prabowo,” kata Rachland dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5).
Lebih jauh, ia menjelaskan dibalik terjadinya tragedi ini ada beberapa jenderal maupun pensiunan jenderal yang sedang bertikai memenangkan pertarungan.
Ia memandang, kejadian 22 Mei kemarin tak lain seperti kerusuhan yang terjadi di tahun 1998 silam. Diantaranya, jenderal yang bertikai ada Wiranto, Agum Gumelar, Luhut Binsar Panjaitan, AM. Hendropriyono, Sjafrie Sjamsoeddin hingga Kivlan Zen dan sekutunya.
“Tapi juga putar ulang rivalitas Jenderal-Jenderal yang bertikai di 1998. Ada Wiranto, Agum, Luhut, Hendro cs di kubu sono. Lawan Prabowo-Sjafrie-Kivlan dan selusin pensiunan Jenderal di kubu sini,” terangnya.
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…
MONITOR, JOMBANG - Momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,…
MONITOR, Jombang — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan tugas membantu…
MONITOR, Jakarta — Membangun rumah impian kerap menjadi proses yang kompleks. Mulai dari menentukan desain,…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mengawal pemulihan…
MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…