Aksi 22 Mei Makan Korban, Fahri Soroti Dugaan Penggunaan Peluru Tajam oleh Aparat

33
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan sejak awal dirinya sudah mengingatkan aparat keamanan dalam mengawal aksi massa yang mengatasnamakan kedaulatan rakyat 22 untuk tidak menggunakan kekerasan, apalagi sampai menggunakan peluru tajam.

“Saya sudah ingatkan lama, jangan salah membaca massa. Jangan anggap remeh, tapi bacalah dengan hati yang bersih, jangan pernah berniat memakai kekerasan,” kata Fahri saat dihubungi, Rabu (22/5).

Pernyataan itu menanggapi jatuhnya korban demonstran akibat tertembak dibagian dada saat kerusuhan yang terjadi di depan Pasar Blok A Tanah Abang.

Karena itu, Fahri mendesak agar dilakukannya investigasi dan dibuka ke seluruh dunia atas dugaan penggunaan peluru tajam tersebut. Sebab, jika tidak, Indonesia bisa kena delik kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) seperti 1998 dan setelahnya yakni Trisakti dan Semanggi.

“Aparat harus fokus selamatkan nyawa, sekali lagi nyawa. Jadi saya mohoh aparat menahan diri, tidak terpancing,” pungkasnya.

Namun demikian, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memastikan kalau tidak menggunakan peluru tajam dalam menghalau massa.

“Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” tegas Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (22/5).