MONITOR, Jakarta – Aksi demonstrasi yang terjadi di Kantor Bawaslu RI tadi malam, Selasa (21/5), sempat ricuh. Para demonstran berhadap-hadapan dengan aparat hingga terpaksa dibubarkan dengan siraman gas air mata.
Melihat kericuhan yang terjadi, putri KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid meminta agar Prabowo, Sandi dan para tim BPN untuk mampu mengendalikan massanya yang ikut aksi demonstrasi.
“Pak Prabowo, Bang Sandi dan termasuk bang Dahnil dkk wajib mengendalikan proses menyampaikan aspirasi dari kelompok Anda,” ujar Alissa Wahid, pagi ini, Rabu (22/5).
Menurut dia, pemimpin tidak hanya asal meminta pengikutnya turun namun harus berkewajiban mengatur strategi dan mengendalikan semua proses yang berlangsung.
“Pemimpin tidak bisa hanya meminta pengikutnya melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Pemimpin mengatur strategi dan mengendalikan proses,” imbuhnya.
MONITOR, Melawi - Satgas Karhutla TNI wilayah Melawi menggelar Sholat Istisqo sekaligus sosialisasi penanggulangan kebakaran…
MONITOR, Jakarta — Sebanyak 81.171 lowongan kerja masih aktif dan dapat dilamar melalui Karirhub Kementerian…
MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…