Antisipasi Aksi 22 Mei, Komplek Parlemen Dikunci dan Diliburkan

31
Gedung

MONITOR, Jakarta – Keserketariatan Jenderal MPR, DPR, DPD RI telah berkordinasi untuk meliburkan kegiatan kedewanan, pada Rabu (22/5) esok.

Hal itu sebagaimana informasi yang diterima awak media terkait instruksi agar seluruh pejabat atau staf dilingkungan komplek parlemen tanpa terkecuali sementara waktu mulai besok Rabu (22/5) hingga Minggu (26/5) untuk tidak melakukan aktivitas sehingga gerbang komplek baik di depan maupun belakang akan dikunci.

Menangapi hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan jika dirinya telah meminta Kesetjenan DPR untuk berkordinasi dengan pihak keamanan ikhwal giat aksi massa pada 22 Mei besok.

Sehingga, sambung dia, jangan sampai ada hal buruk yang terjadi kepada anggota dewan maupun staf di lingkungan parlemen.

“Saya tidak ingin terjadi apa-apa terhadap anggota DPR/MPR/DPD beserta seluruh stafnya di tengah berbagai isu ancaman dan penumpang gelap yang ingin memanfaatkan kemurnian aksi massa yang sesungguhnya bertujuan baik itu,”kata Bamsoet, Selasa (21/5).

Ia pun menyerahkan sepenuhnya pengamanan kepada TNI/Polri. Pasalnya, kata Bamsoet bahwa gedung DPR/MPR/DPD merupakan objek vital.

“Kami serahkan sepenuhnya masalah keamanan kepada aparat Polri dan TNI. Mengingat kawasan gedung MPR/DPR/DPD termasuk objek vital (obvit),”sebut dia.

“Sehingga keselamatan gedung, dokumen, dan seluruh isinya, termasuk keselamatan anggota DPR, di gedung DPR sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku merupakan tanggung jawab pihak keamanan negara,” ujar mantan ketua komisi III DPR RI.

Bahkan dari informasi yang diterima, pukul 23.00 WIB pihak keamanan komplek parlemen sudah melakukan penggembokan terhadap semua pintu masuk.