Polri Bentuk Tim Investigasi Cari Dalang Kerusuhan 21-22 Mei

30
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

MONITOR, Jakarta – Guna mencari dalang kerusuhan dalam aksi demo 21-22 Mei lalu, aparat kepolisian sudah membentu tim pencari fakta atau yang diberi nama tim investigasi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bahwa tim pencari fakta atau tim investigasi sedang bekerja untuk mengungkap dalang dibalik terjadinya kerusuhan 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu dan beberapa titik lainnya di Jakarta.

“Semuanya sedang berjalan, tim pencari fakta namanya saya sebut dengan tim investigasi internal Polri, dipimpin langsung oleh Irwasum, Irwasum itu orang ketiga ya memang menangani bidangnya adalah bidang untuk pemeriksaan internal tapi paralel dengan Komnas HAM,” kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Menurut Tito, tim investigasi ini tidak bekerja sendiri tetapi menggandeng beberapa lembaga seperti Komnas HAM dan Ombudsman.

“Kami libatkan dua lembaga itu untuk terlibat dalam tim investigasi sebagai wujud untuk azas keterbukaan informasi kepada masyarakat,”terangnya.

Tak hanya itu, kata Tito, kinerja dari tim investigasi ini nantinya juga diawasi oleh Kompolnas.

“Jadi nantinya tidak ada yang ditutup tutupi dari kinerja tim investigasi ini,”tandasnya.

Berbicara sistem kerja dari tim investigasi ini dijelaskan Tito, tim investigasinya ini nantinya akan mempelajari rangkaian kronologi terjadinya kerusuhan dari aksi yang berujung kericuhan pasca-pengumuman hasil rekapitulasi suara di KPU tersebut.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan, kalau kerusuhan 21-22 Mei sangat berbeda dari tujuan aksi damai. Mengingat, adanya indikasi sekelompok orang sengaja membuat kerusuhan.

“Ini beda, beda. peristiwa yang ada korban meninggal itu adalah peristiwa pada segmen kedua bukan segmen pertama. Pukul 21:00 massa sebenarnya sudah bubar. Namun sekitar pukul 22:30 tiba-tiba sekelompok datang dengan membawa barang-barang yang mematikan seperi bom molotov,” papar Tito.

Dengan adanya temuan sementara itu, Tito menilai aksi tersebut cukup teroganisir. Apalagi, ditemukan barang bukti berupa adanya alat-alat yang disiapkan untuk melakukan penyerangan, seperti bom molotov, batu parang dan lainnya.

“Cukup terorganisir, kenapa? karena ada yang rata-rata dari luar kota banyak ini ada yang menggunakan ambulans lagi dua ambulans kami sita. Ambulans dua-duanya isinya peralatan medisnya tidak ada yang ada isinya parang, batu dan lain lain, ini juga lagi cek Siapa yang mengorganisir,” pungkasnya.