PERDAGANGAN

Mendag: Indonesia-Chili Sepakat Perluas IC-CEPA

MONITOR, Vina del Mar – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chili Rodrigo Yáñez Benítez. Kedua Menteri sepakat mempercepat implementasi IC-CEPA dan membahas perluasan cakupan IC-CEPA di masa depan setelah implementasi dilakukan.


Pertemuan tersebut berlangsung hari ini, Sabtu (18/5) waktu setempat di Vina del Mar, Chili, tempat pelaksanaan pertemuan APEC MRT 2019. 


“Implementasi IC-CEPA sesegera mungkin sudah dinantikan para pelaku usaha Indonesia dan Chili yang melihat peluang emas untuk meningkatkan perdagangan barang kedua negara. Setelah itu, Indonesia dan Chili perlu segera memperluas cakupan perjanjian, yaitu jasa dan investasi sehingga hubungan kedua negara lebih komprehensif,” jelas Mendag.


Mendag menyampaikan, Wamenlu Rodrigo Benítez akan berkunjung ke Jakarta pada 10―11 Juni 2019. “Pada kunjungan itu akan dilakukan pertukaran dokumen oleh kedua negara yang merupakan bagian dalam proses ratifikasi. IC-CEPA akan berlaku 60 hari setelah pertukaran dokumen tersebut dan pelaku usaha kedua negara akan dapat memanfaatkan implementasi tarif baru pada Agustus 2019,” tandas Mendag.


Selain itu, Indonesia dan Chili juga akan segera memulai ekspansi atau perluasan IC-CEPA. “Indonesia dan Chili akan segera memulai perundingan tahap kedua untuk memperluas perdagangan barang,” ungkap Mendag.


Dengan kesepakatan itu, Mendag optimis hubungan perdagangan Indonesia dan Chili akan semakin erat dan kuat. 


Dalam pertemuan tersebut, Chili juga meminta dukungan Indonesia atas ketertarikannya untuk bergabung dengan kerja sama perdagangan bebas ASEAN-Australia dan Selandia Baru (AANZFTA) dan dengan Regional Comprehensive Economic Pertnership (RCEP).


Menanggapi hal ini, disampaikan bahwa hal tersebut merupakan keputusan bersama yang harus dibicarakan secara internal di ASEAN terlebih dahulu. Sementara keinginan Chili untuk bergabung dengan RCEP saat ini masih belum memungkinkan karena perundingan RCEP belum selesai. 


Berdasarkan data yang diolah Kemendag, nilai perdagangan Indonesia-Chili tercatat sebesar USD 274,1 juta tahun 2018. Dari jumlah ini, Indonesia surplus dari Chili sebesar USD 43,87 juta.

Sementara itu, untuk periode Januari-Februari tahun 2019 total perdagangan kedua negara mencapai USD 36,6 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD 25,7 juta dan impor sebesar USD 10,9 juta, atau surplus bagi Indonesia sebesar USD 14,7 juta. 

Recent Posts

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

8 jam yang lalu

HKTI Lumajang Dorong Hilirisasi Pertanian, PAC di 21 Kecamatan Diminta Dampingi Petani

MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…

1 hari yang lalu

MUI Desak Penegakan Hukum Tegas terhadap Pelaku Karhutla, Serukan Salat Istisqa dan Qunut Nazilah

MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…

1 hari yang lalu

HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Harap Alih Pengetahuan Whoosh ke SDM Lokal

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan…

1 hari yang lalu