Demokrat Pastikan Tinggalkan Koalisi setelah Kontrak Politik Usai

56
Waketum Demokrat Syarief Hasan saat ditemui di Mega Kuningan (dok: Rangga Monitor)

MONITOR, Jakarta – Desas-desus Partai Demokrat mau hengkang dari Koalisi Adil Makmur dijawab oleh Wakil Ketua Umum Syarief Hasan. Menurut Syarief, Demokrat baru akan menentukan sikap setelah kontrak politik dengan Koalisi Adil Makmur usai.

“Demokrat punya kontrak politik sampai 22 Mei nanti. Setelah itu baru kami putuskan lagi apakah tetap di Koalisi Adil Makmur atau kami hengkang,” ujar Syarief.

Menurut Syarief, 22 Mei adalah waktu dimana KPU akan mengumumkan secara resmi siapa pemenang dari kontestasi pilpres.

Dikatakan Syarief, dalam pembahasan awal dengan Koalisi Indonesia Adil-Makmur, Demokrat hanya menyepakati mengusung pasangan dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

“Kalau kami sudah jelas, kami tunggu sampai kontraknya begitu sampai tanggal 22 Mei,” tutur Syarief.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno sebelumnya menyebut Partai Demokrat seperti hewan undur-undur dan meminta keluar dari Koalisi Indonesia Adil-Makmur.

Mengenai pernyataan itu, Syarief mengaku tak mempermasalahkannya. Menurut dia, tataran elite Demokrat dengan partai lainnya sampai saat ini masih berjalan baik.

“Ya yang penting sekjen antar sekjen sudah ketemu,” pungkasnya.