JATENG-YOGYAKARTA

Kepala BKP Kementan Pimpin Rakor Sergap khusus di Jawa Tengah

MONITOR, Semarang – Disaat Kementerian Pertanian berusaha keras mendorong Bulog menyerap gabah/beras petani melalui rapat koordinasi khusus, jajaran pimpinan Bulog yang diundang yaitu Direktur Pengadaan, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik serta Kepala Divre Bulog Jawa Tengah tidak hadir. Yang hadir adalah, Kabid Pengadaan, Wakil Kadivre dan Kasubdivre Bulog Jateng.

Tujuan rakor sergap khusus ini adalah untuk menpercepat serapan gabah petani oleh Bulog, yang masih rendah.
Hingga kini (29/4) serapan yang dilakukan Bulog Divre Jawa Tengah baru sebesar 30.653 ton atau 11,83 persen dari target yang ditetapkan.

“Rakor sergap khusus ini sangat penting, karena serapan gabah di Jateng masih sangat rendah. Tolong ini diperhatikan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat memimpin rakor sergap di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Selasa (30/4).

Melalui Rakor khusus menurut Agung, pihaknya dapat mengetahui apa permasalahan dilapangan, sekaligus mencari solusinya.

Potensi produksi panen di Jawa Tengah bulan Mei 617.981 ton GKP dan Juni 1.243.631 ton GKP. Penyerapan gabah/beras petani, Jawa Tengah yang ditarget sebesar 290.398 ton tahun 2019. Sebesar 259.149 ton ditargetkan terpenuhi dari Januari sampai bulan April 2019.

Menurut Agung, dengan potensi panen yang masih banyak, Jawa Tengah mestinya bisa menyerap 3 ribu ton/hari seperti provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur sebagaimana ditargetkan. Serapan gabah Jateng yang hanya berkisar 600 ribu/hari, hanya separuhnya dari NTB yang mencapai 1.500 dan Lampung 1.200 ton/harinya.

“Kalau provinsi lain serapannya tinggi, mestinya Jateng juga bisa tinggi _dong_,” tegas Agung.

Menurut Agung yang juga Ketua Penanggung Jawab Sergap Nasional, pihaknya perlu menggelar rapat sergap khusus di Jawa Tengah untuk meningkatkan serapan gabah petani, karena momentum menyerap gabah petani hanya tinggal beberapa bulan.

“Peluang penyerapan hanya di bulan Mei dan pertengahan Juni, kalau momentum ini tidak dimanfaatkan, serapan gabah di jateng akan sangat rendah dan tidak mencapai target,” ujar Agung.

Rakor sergap ini dihadiri Sekretaris BKP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Kabid Pengadaan, Wakadivre dan Kasubdivre Jateng.

Recent Posts

Mazz Reza Pranata: Pemimpin Muda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Pemimpin muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

12 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

16 jam yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

2 hari yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

2 hari yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

2 hari yang lalu