BNPB Sebut Bencana Sepanjang Tahun ini Telan 438 Korban Jiwa

16
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Selama tahun 2019, Indonesia diterjang bencana sebanyak 1.586 peristiwa yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air. Dampak dari kejadian itu mengakibatkan 325 orang meninggal dunia, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi dan menderita.

“Kerusakan fisik meliputi 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/4).
Sutopo menjelaskan, fenomena bencana di 2019 cenderung mengalami kenaikan sekira 7,2 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Di mana saat itu terjadi 1.480 bencana, sedangkan 2019 terjadi 1.586 kejadian bencana.
“Untuk korban jiwa, juga terjadi kenaikan 192 persen dimana pada tahun 2018 terdapat 150 orang meninggal dunia dan hilang sedangkan pada 2019 korban meninggal dan hilang tercatat 438 orang,” ujarnya.
Selama 2019, kata dia, ada peristiwa yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar, yaitu Banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada yang menyebabkan 82 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp 926 milyar.
Kedua, banjir dan longsor di Sentani, Papua yang mengakibatlan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp 668 milyar.
“Ketiga, banjir dan longsor di Bengkulu yang menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Kerugian dan kerusakan sekitar Rp 200,” katanya.
Menurut dia, meningkatnya bencana pada tahun 2019 karena adanya pemicu banjir dan longsor, yakni curah hujan yang deras.
“Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana,” pungkasnya.