Waketum DPP PAN Bara Krishna Hasibuan (dok: Jitunews)
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP PAN Bara Hasibuan menilai wacana pembentukan panitia khusus (Pansus) kecurangan Pemilu 2019 sangat tidak relevan. Pernyataan itu keluar menyusul adanya wacana pembentukan pansus kecurangan pemilu yang dilontarkan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
Wacana itu dimunculkan Fadli Zon seiring banyaknya ditemukan dugaan kecurangan pemilu yang cukup masif, terstruktur, dan brutal. “Sama sekali tidak ada relevansinya, sama sekali tidak relevan karena kan kita tidak melihat ada suatu seperti kata Pak Mahfud kemaren itu kan tidak ada kecurangan yang masif, terstruktur dan bersifat nasional,” kata Bara kepada awak media, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (24/4).
Ia menilai bahwa pelaksanaan Pemilu serentak 2019, khususnya pemilihan presiden sudah berjalan sesuai mekanisme yang termaktub dalam aturan perundang-undangan Pemilu.
“Jadi tidak ada relevansinya dan itu sudah ada mekanisme di dalam undang-undang Pemilu kan kalau ada indikasi kecurangan yaitu kita harus membawa kasus ke mahkamah konstitusi (MK),” ujarnya.
Lebih lanjut, ketika ditanyakan jika dalam waktu dekat ada gerakan penggalangan dukungan terkait Pansus tersebut, apakah fraksi PAN akan ikut? Ia mengatakan jika partai matahari putih tidak akan berada didalamnya.
“Saya pikir kami (PAN) tidak akan ikut di situ,” pungkas Bara.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menerima penghargaan _“The…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…
MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…