Amburadul, DPR minta KPU Evaluasi Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Luar Negeri

14
Antrean panjang pemungutan suara Pemilu 2019 di Hongkong (foto: dok. monitor)

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo angkat bicara terkait proses pelaksanaan penyelenggaraan pemilu di luar negeri yang dinilai banyak pihak amburadul dan banyak masalah. Bamsoet meminta KPU melakukan evaluasi.

“KPU perlu mengevaluasi pelaksanaan Pemilu di luar negeri sebab Pemilu kali ini dinilai banyak terjadi masalah,” kata dia, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Sebelumnya, pelaksanaan Pemilu 2019 yang berlangsung di luar negeri menimbulkan banyak masalah dalam pelaksanaan pemungutan suara khususnya kasus di Hongkong dan Australia, seperti jumlah Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) atau pemilih yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Bamsoet, agar pada penyelenggaraan Pemilu serentak selanjutnya, KPU dapat memfasilitasi seluruh WNI agar menggunakan hak pilihnya di luar negeri. Bamsoet juga meminta KPU mencari solusi terbaik bagi WNI yang berada di luar negeri yang tidak dapat melaksanakan hak pilihnya karena kendala pada penyelenggaraan Pemilu, karena satu suara dapat menentukan arah bangsa termasuk memberikan kesempatan bagi WNI yang berada diluar negeri yang pada saat hari pencoblosan belum memberikan suaranya karena diluar kesalahan mereka.

“Itu untuk melaksanakan hak pilihnya mengingat seluruh WNI mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam Pemilu 2019,” ujarnya.

Sebelumnya, permasalahan penyelenggaraan Pemilu di luar negeri khususnya kasus di Hongkong dan Australia, diantaranya banyaknya jumlah Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) atau pemilih yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal itu menyebabkan masyarakat tidak bisa menggunakan hak pilihnya, ada WNI yang terdaftar di DPT namun tidak mendapatkan undangan, dan sempitnya waktu pemilihan untuk DPKLN yaitu hanya satu jam.

Selain itu terjadi antrean panjang Pemilu yang terjadi di Malaysia, Jepang, Belanda, dan Inggris. Ada jutaan WNI di Malaysia.

Sebaliknya, pelaksanaan Pemilu 2019 yang lancar juga terjadi di perwakilan Indonesia di luar negeri, di antaranya di Kedutaan Besar Indonesia di Dili. Walau sampai malam hari, semua pemilih di sana terlayani secara baik.