Alokasikan 100 Hektare, Pamekasan Mantap jadi Sentra Bawang Merah

17

MONITOR, Pamekasan – Pamekasan terus menguatkan eksistensinya sebagai sentra bawang merah terutama untuk menyangga pasokan dan harga saat off season seperti sekarang ini. Hal tersebut melatari Kementerian Pertanian untuk kembali mengalokasikan program kawasan bawang merah ke Pamekasan. Tidak tanggung-tanggung, luasnya mencapai 100 hektare untuk tahun ini.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh. Ismail Wahab yang ditemui di Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar memberikan secara simbolis bantuan benih kepada Kelompok Tani Tani Sejati, Sukatani dan Sukurtani 2. Rencananya, total benih yang diberikan sebesar 100 ton.

“Masing – masing kelompok tani mendapat program tanam bawang merah sebanyak 10 hektare atau sebesar 10 ton per kelompok. Termasuk bantuan alat dan mesin pertanian. berupa handsprayer, kultivator dan pompa air. Semua akan kami berikan karena petani perlu sekali,” tambahnya.

Ketua Kelompok Tani Sukatani, Satromo merasa bersyukur mendapat bantuan kawasan bawang merah tahun ini. Pria asal Desa Bonjanan Barat yang telah puluhan tahun menanam bawang merah itu mengaku baru pertama kali mendapat bantuan pemerintah.

“Terima kasih karena kami sudah dibantu. Baru kali ini dapat bantuan. Kami ini dari awal tanam pakai bawang merah secara mandiri. Benih dan saprodi beli sendiri, tidak ada bantuan,” terang Satromo.

Bantuan berupa benih dan pupuk, menurutnya akan dibagikan ke 50 anggota kelompoknya. Rencananya akan ditanam pada pertengahan Mei nanti.

Kecamatan Batumarmar dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah Pamekasan dan menyumbang jumlah produksi yang tidak sedikit. Berbeda dengan sentra lain yang umumnya mengurangi luas tanam di musim hujan, di daerah ini justeru puncak tanam bawang merah.

“Ini yang disebut tanam di luar musim atau off season. Saat ini bawang merah yang banyak beredar di Jawa sampai Kalimantan asalnya dari sini. Makanya petani selalu dapat harga bagus, saingannya sedikit,” terang Ismail.

Varietas Tajuk yang diberikan ke petani berasal dari Nganjuk dan termasuk benih unggul karena tahan kondisi basah dan kering serta provitasnya pun tinggi. “Diharapkan panen nanti bisa mendapat minimal 10 ton per hektare dan dipergunakan lagi untuk tanam di musim hujan,” lanjut Ismail.

Pamekasan sebagai sentra bawang merah di Pulau Madura memiliki luas panen 2.600 hektare lebih pada 2018. Jumlah terbesar terdapat di Kecamatan Batumarmar dengan produksi 186 ribu kuintal, naik dibandingkan tahun 2017.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan APBN 2019 senilai lebih dari Rp 42 miliar termasuk bantuan benih hortikultura. Selain itu terdapat tambahan berupa kawasan bawang merah 100 hektare senilai Rp 1,8 miliar.

“Bantuan ini ditujukan untuk memantapkan Pamekasan sebagai sentra utama bawang merah khususnya untuk kebutuhan di luar musim tanam,” tutup Ismail.