UMKM

LPDB Siap Dukung Hilirisasi Produk Kelapa

MONITOR, Yogyakarta – Pemerintah menyatakan siap mendukung perkembangan hilirisasi industri kelapa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, hal ini dikatakan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM), Braman Setyo.

Menurut Bram, kelapa merupakan komoditas yang sangat bernilai ekomomis karena mampu menghasilkan berbagai produk turunan.

“Saya sangat senang sekali pertemuan hari ini, ini merupakan sektor produktif. Sektor ini harus menyerap kucuran dana lebih tinggi dari sektor lainnya, karena sektor produktif mempunyai nilai tambah yang lebih berkali-kali lipat. Kelapa, banyak sekali produk turunannya yang mampu menghasilkan nilai tambah,” kata Bram pada acara Temu Mitra Koperasi Kelapa di Yogyakarta, Kamis (4/4).

Lebih lanjut Bram mengungkapkan bahwa LPDB pada tahun ini telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk dikucurkan kepada pelaku usaha.

Karenanya untuk mendorong hilirisasi olahan kelapa, LPDB siap memberikan kucuran kredit kepada pelaku usaha sepanjang syarat dan ketentuan terpenuhi.

“LPDB tahun ini mempunyai anggaran untuk dikucurkan sejumlah Rp 1,5 triliun. Kalau terkendala untuk investasi mesin, akan kita bicarakan secara langsung, LPDB siap mendukung untuk mengucurkan kredit kepada yang bersangkutan,” kata Bram.

Pada saat yang sama, perwakilan dari Koperasi Krambi Idjo, Syaukani mengapresiasi atas dukungan pemerintah untuk hilirisasi komoditas kelapa untuk memberikan nilai tambah, namun ia juga mengatakan, perlu adanya kepastian romaterial agar stabilitas produksi dapat berjalan dengan baik.

Karenanya ujar Syaukani, selain dukungan hilirisasi, diperlukan juga dukungan dari pemerintah untuk penataan perkebunan kelapa secara nasional.

“Saat ini kebanyakan penghasil kelapa adalah kebun rakyat. Untuk diserap ke industri pengolahan, persediaan kurang. Karena itu, perlu juga dukungan kebijakan dari pemerintah untuk menata perkebunan kelapa. Jadi kenapa sawit maju, karena ia ditata perkebunannya oleh kebijakan pemerintah, nah harapannya kelapa juga gitu. Selain kaya dengan produk turunan, secara ekologi, kelapa juga ramah lingkungan,” kata Syaukani.

Recent Posts

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

1 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

15 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

22 jam yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

1 hari yang lalu

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

2 hari yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

2 hari yang lalu