EKONOMI

Pemerintah Diminta Fokus pada Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Kelautan

MONITOR, Balikpapan – Dewan Pakar Asosiasi Pemeritah Daerah Kepulauan dan Pesisir se-Indonesia (Aspeksindo), Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan untuk mendorong sektor ekonomi maritim berkontribusi maksimal pemerintah harus fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penerapan pembangunan teknologi.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang mandek diangka 5 persen seharusnya sektor ekonomi maritim didongkrak untuk dapat memberi kontribusi maksimal pada pertumbuhan ekonomi yang produktif,” katanya saat menjadi keynote speech Rakernas ASPEKSINDO di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur. Jum’at (22/3/2019).

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu menegaskan kebijakan pembangunan ekonomi maritim harus menjadi solusi jitu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan teknologi terkini.

Rokhmin mengkritik kebijakan sektor kelautan dan perikanan saat ini seperti ekstrimis lingkungan.

“Nah sekarang ini justru seperti menjadi ekstrimis lingkungan. Ini dilarang, itu dilarang. Yang terjadi akhirnya industri yang sudah berjalan seperti di Bitung (Sulawesi Utara) produksinya berkurang, 14 pabrik surimi di pantura gulung tikar dan seterusnya,” tegasnya.

Rokhmin yang juga ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menambahkan, agar berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, pemerintah justru seharusnya mengembangkan teknologi kelautan yang ramah lingkungan termasuk memberikan pendidikan dan pelatihan, alat tangkap modern bagi nelayan dan pelaku ekonomi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan.

“Gunakan teknologi kelautan terkini yang ramah lingkungan. Nelayan kita bekali dengan alat tangkap modern, izinnya dipermudah, rutin diberikan pendidikan dan pelatihan,” tandas mantan menteri kelautan dan perikanan itu.

Sebagai informasi Rakernas Aspeksindo tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Jend (Purn) Moeldoko serta Walikota dan Bupati anggota Asosiasi Pemeritah Daerah Kepulauan dan Pesisir se Indonesia (Aspeksindo).

Recent Posts

Tindak Lanjut Asesmen Ditjen Pendis, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Perkuat Kompetensi BTQ Mahasiswa

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

32 menit yang lalu

Soliditas Menguat, BPC HIPMI Lumajang All Out Dukung Jawa Timur Tuan Rumah Munas XVIII HIPMI 2026

MONITOR, Lumajang – BPC HIPMI Lumajang secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada BPD HIPMI Jawa…

41 menit yang lalu

Mudik Aman, Kemenag Siapkan 6.800 Masjid Jadi Tempat Istirahat

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama kembali akan mengoptimalkan peran masjid sebagai tempat beristrahat bagi para…

2 jam yang lalu

Mahfuz Sidik: Perang Iran-Israel Picu Krisis Dunia

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, konflik yang terjadi antara…

4 jam yang lalu

Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 545 ton produk unggas…

4 jam yang lalu

Prodi PAI UIN Jakarta, Syarat Lulus Harus Fasih BTQ

MONITOR, Jakarta - Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan…

5 jam yang lalu