Muslim Selandia Baru Ditembak, Senator DPD RI Dailami Firdaus Minta Perketat Penjualan Senjata Api

1022
Penembakan brutal terjadi di Selandia Baru

MONITOR, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari DKI Jakarta, Prof. Dr. Dailami Firdaus, mengutuk keras penembakan brutal jamaah Masjid al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru Jumat (15/3).

“Saya sangat terkejut dan mengutuk keras penembakan brutal jamaah shalat Jumat di Selandia Baru, ini di luar akal sehat kita semua,” kata Dailami Firdaus, cucu ulama kharismatik K.H. Abdullah Syafi’i.

Pihak berwenang Selandia Baru menyatakan sekurangnya 41 orang dan 7 tewas masing-masing di Masjid al Noor dan Linwood, satu orang tewas di rumah sakit, serta 48 lainnya luka-luka. Seorang pelaku diidentifikasi sebagai warga negara Australia.

“Penembakan ini menunjukkan Islamophobia dan gerakan nasionalis kulit putih semakin meningkat di sebagian belahan dunia,” kata pria yang akrab dipanggil Bang Dailami ini kembali.

Dailami Firdaus yang pernah menjadi pimpinan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP DPD RI) meminta Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Auckland dapat memberikan dukungan kepada para warga Indonesia di Selandia Baru.

“Prioritas saat ini adalah memberikan nasihat dan dukungan kepada 344 warga Indonesia khususnya di Christchurch, Selandia Baru, maupun WNI di tempat lain,” harap Dailami Firdaus, yang pernah beberapa tahun tinggal di luar negeri dan maju kembali sebagai calon DPD RI di Pemilu 2019.

Untuk menghadapi Islamophobia dan gerakan nasionalis kulit putih, Dailami Firdaus menyarankan adanya undang-undang yang lebih tegas terhadap senjata semi-otomatis di beberapa negara, termasuk Selandia Baru.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya minta kontrol senjata api yang lebih ketat, termasuk semi otomatis, dapat diberlakukan, untuk mengurangi peluang ekstremis membunuh warga yang ingin beribadah,” kata Dailami Firdaus mengakhiri pernyataannya.