Politisi Hanura Sebut Jakarta Makin Kumuh Dibawah Kepemimpinan Anies

1010
Ilustrasi trotoar di Ibukota

MONITOR, Jakarta – Sejak dibawah kepemimpinan Anies Baswedan, Jakarta terlihat kumuh. Pasalnya, banyak trotoar yang seharusnya dijadikan untuk pejalan kaki kini sudah berubah fungsi jadi tempat berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Hanura, Muhammad Guntur.

“Saya kira sikap pembiaran PKL bejualan di trotoar oleh Pemprov DKI perlu dikritisi. Trotoar dibuat untuk pejalan kaki. Kalau untuk pedagang ada namanya ruko atau mal,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, sekarang DKI Jakarta sudah mempunyai trotoar yang cukup indah untuk pejalan kaki, tapi bila gubernur membiarkan para PKL untuk berjualan ditrotoar maka kekumuhan akan kembali terlihat sepanjang trotoar DKI Jakarta.

“Trotoar akan kembali menjadi sarana bancakan pungli oknum preman dan oknum Satpol PP yang kembali mendagangkan lahan di spanjang trotoar,” ujarnya.

“Apakah ini yang akan dicontohkan oleh gubernur DKI kepada dunia luar. Tak hanya itu, hal ini akan memberikan blunder kepada gubernur di masa depan,” tandasnya lagi.

Guntur pun mencontohkan, kegagalan Anies dalam melakukan pengelolaan keuangan dimana ada sekitar Ro 16 triliun dana sisa tahun lalu. Melihat hal tersebut Guntur menyarankan agar Gubernur Jakarta fokus menjalankan program yang sudah dianggarkan dalam ABPD.

“Jadi gubernur jangan bicara soal PKL yang boleh berjualan di trotoar. Cobalah membuat program yang berguna untuk rakyat yang dapat dikenang bahwa inilah peninggalan Anies. Jangan membuat kebijakan coba-coba yang hanya merusak keindahan DKI Jakarta,” pungkasnya.