Ketua Umum PSI Grace Natalie
MONITOR, Medan – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menunjukkan taringnya dengan menantang partai nasionalis di negeri ini, termasuk parpol pendukung pemerintah.
Dalam Festival 11 PSI di Medan, Senin (11/3) malam, Ketua Umum Grace Natalie mengatakan dirinya sangat menyayangkan sikap bungkam sejumlah Partai Nasionalis di Indonesia terhadap praktik diskriminasi di negeri ini.
Terlebih, dikatakan Grace, saat Nahdlatul Ulama membuat kesepakatan musyawarah untuk tidak menggunakan istilah “Kafir” bagi kelompok non-Muslim.
“Mana suara Partai Nasionalis ketika 1 Maret lalu, NU membuat rekomendasi bersejarah untuk tidak menggunakan istilah “Kafir” kepada kelompok non-Muslim?” teriak Grace lantang.
Grace mengatakan, saat itu PSI hanya satu-satunya partai yang mengapresiasi hasil keputusan Munas NU. Padahal, menurut Grace itu adalah keputusan penting untuk menghapus praktik diskriminasi di Indonesia.
“Bukankah ini keputusan penting untuk menghapus praktik diskriminasi? Kenapa cuma PSI yang mengapresiasi NU? Apa sikap Partai Nasionalis lain? Kenapa takut bersuara? atau kalian memang tidak perduli?” tanya Grace.
MONITOR, Jakarta - Sebanyak 725 dari 737 masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor…
MONITOR, Malang - Pemerintah melalui Danantara melaksanakan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, dengan Kabupaten Malang,…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah kementerian dan lembaga negara hari ini, Kamis (5/2/2026), berkumpul di Jakarta…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pengawasan melekat terhadap petugas haji dalam…
MONITOR, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) dan membawa…
MONITOR, Lumajang - Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang kian…