SUMATERA

Tokoh Sumut: Provokasi Tebing Tinggi Wujud Kekhawatiran Kubu Pro-Hoax

MONITOR, Medan – Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, H. Fadli Yasir mengatakan Acara Tablig Akbar dan Peringatan Harlah NU ke 93 di Tebing Tinggi, Sumatera Utara dibubarkan sekelompok massa karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.

“dari awal mereka memang khawatir bahwa kegiatan itu dapat membuka cakrawala masyarakat Sumut mengenai apa itu NU dan seperti apa sebenarnya NU dengan gagasan Islam Nusantaranya, mereka takut masyarakat tercerahkan cara berpikirnya dalam menyikapi ber-Islam dan ber-Bangsa,” ujarnya.

Mantan Ketua GP Ansor Sumut itu menambahkan bahwa isu pengajian sesat yang dihembuskan kelompok perusuh adalah upaya untuk memancing kemarahan masyarakat.

“isu-isu pengajian sesat itu ditiupkan karena gagasan Islam Nusantara yang diusung NU, mereka sengaja agar masyarakat menolak pengajian itu, tapi ternyata antusias masyarakat sangat tinggi untuk menghadiri tablig akbar, akhirnya jalan terakhir mereka tempuh dengan membuat kerusuhan dan membubarkan acara.” tegasnya.

Fadli juga menyesalkan pernyataan Pengacara kesebelas tersangka, Munarman yang mengatakan bahwa aksi pembubaran itu tidak direncanakan, juga soal muatan kampanye pasangan capres 01 dan isu soal sholawatan berlanggam sunda.

“Gak benar itu pernyataan Munarman, acara kita murni Syi’ar Islam, kalau dia bilang acara Harlah NU berisi kampanye dan menyebarkan ajaran sesat dia sudah salah besar, tertawa kita dibuatnya, gak ngerti dia berarti ajaran Islam”, tutup Fadli.

Hal senada juga diungkapkan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Rafsanjani. Rafsan mengatakan bahwa tindakan-tindakan provokasi seperti peristiwa Tebing Tinggi itu merupakan wujud nyata tindakan penyebar hoax.

“selama ini informasi-informasi hoax mengenai NU disebar-sebarkan lalu untuk lebih meyakinkan lagi hoax-hoax itu diwujudkan dengan tindakan pembubaran acara NU seperti itu, ini jelas-jelas tindakan onar”, ujarnya.

Recent Posts

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

12 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

1 hari yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

1 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

2 hari yang lalu