Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief
MONITOR, Jakarta – Tiga perempuan penyebar hoax dan kampanye hitam terhadap capres Joko Widodo ditangkap aparat kepolisian daerah Jawa Barat. Mereka yang diketahui merupakan anggota sekumpulan emak-emak pendukung paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran UU ITE dalam penyebaran video kampanye hitam yang menyudutkan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Mengenai penangkapan ini, Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief mengaku prihatin. Sebab jika mereka ditangkap aparat kepolisian, lantas bagaimana nasib anak-anaknya di rumah.
“Emak-emak ditangkap, di rumah anak tak makan. Ini tanda revolusi?” kata Andi Arief, Rabu (27/2).
Ia pun mempertanyakan, sudah berapa banyak emak-emak yang terciduk oleh aparat penegak hukum karena terjerat UU ITE ini.
“Sudah berapa emak-emak ditangkap rejim Jokowi dengan UU ITE,” pungkasnya.
Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 376.609 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada…
Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan skema penghargaan (reward) dan prioritas program bagi perusahaan yang memfasilitasi…
MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT)…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan penguatan…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) resmi menggelar Asesmen Nasional (AN) yang terintegrasi dengan Tes Kompetensi…
MONITOR, Pesawaran - Tim program kemitraan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) melaksanakan kegiatan monitoring kebun…