POLITIK

Kecam Puisi Neno Warisman, PSI: Puisi Neno Memecahbelah Umat Islam

MONITOR, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia mengecam puisi Neno Warisman dalam acara Malam Munajat 212 karena memuat kebencian dan memecahbelah umat beragama. Hal itu disampaikan Juru Bicara DPP PSI Dara Adinda Nasution.

“Puisi tersebut sangat tidak pantas dilontarkan oleh salah seorang tokoh kubu capres,” kata Dara melalui keterangan tertulis, Minggu 24 Februari 2019.

Kecaman Dara ditujukan pada salah satu penggalan puisi Neno yang berbunyi, “Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu.”

Menurut Dara, puisi Neno merujuk pada doa Nabi Muhammad pada perang Badar. “Ketika itu Nabi Muhammad berdoa pada Allah saat menghadapi orang kafir Quraisy,” ujar Dara.

“Kalau sekarang doa itu digunakan Neno, secara tidak langsung Neno ingin membangun analogi bahwa perang Prabowo melawan Jokowi adalah perang umat Islam melawan kaum kafir.”

Dara menganggap Neno berusaha membangun anggapan bahwa pendukung Jokowi bukan penyembah Allah. “Neno sengaja membangun narasi bahwa seolah-olah hanya kubu Prabowo yang beriman, sementara kubu Jokowi kafir,” ujar Dara.

Menurut survei yang dirilis Februari 2019 oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI), ada 49,5% umat Islam yang mendukung paslon 01. Jokowi-Ma’ruf masih unggul di atas dua digit dari Prabowo-Sandi (35,4%) di kantong pemilih muslim.

“Artinya, Neno menempatkan setengah umat Islam di Indonesia yang mendukung Pak Jokowi sebagai orang kafir. Padahal, ada banyak kiai, guru ngaji, serta pemeluk umat Islam yang taat yang mendukung Pak Jokowi. Ada Kiai Ma’ruf Amin, ulama terhormat yang juga cawapres Pak Jokowi yang ia kafirkan,” tutur Dara.

Dara menyatakan cara Neno itu dikenal sebagai taktik demonisasi terhadap lawan politik. “Demonisasi adalah cara membangun sentimen masyarakat untuk melihat pihak lain sebagai demon, atau iblis,” tambah Dara menjelaskan.

“Cara semacam ini sangat tidak sehat,” katanya. “Ini bisa memecah belah masyarakat, sehingga  masing-masing pihak akan melihat pihak lain sebagai setan.”

Dara menyarankan kubu Prabowo menegur Neno. “Tempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pilpres semata,” ujar Dara. “Orang seperti Neno bukan saja merugikan kubu Prabowo, tapi juga membahayakan bangsa secara keseluruhan.” Sambungnya.

Recent Posts

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

3 jam yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

3 jam yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

11 jam yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

17 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

19 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri bekali Anggota DPRD dan DPC PDIP Paradigma Ekonomi Biru Atasi Krisis Pembangunan

MONITOR, Makassar – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau,…

19 jam yang lalu