POLITIK

Sandi Iming-imingi Janji Impor Buah Bakal Dibatasi

MONITOR, Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno memastikan akan menaikkan taraf kesejahteraan para petani jika nanti terpilih.

Salah satu upaya yang akan dilakukan, kata Sandi, pihaknya akan membatasi impor buah.

“Para petani berharap ada suatu kebijakan dari pemerintah yang dapat lebih berpihak pada mereka, salah satunya membatasi impor buah,” ujar Sandi saat menyapa masyarakat, Kamis (21/2).

Ia menjanjikan, kelak petani Indonesia tidak akan merugi. Selain membatasi impor buah, Sandi juga akan menetapkan harga bawah, dan membangun industri pengolahan buah-buahan.

“Saya dan Pak Prabowo akan menetapkan harga bawah, batasi impor buah, dan kami akan bangun industri pengolahannya sehingga saat harga jatuh, petani tidak akan merugi,” tuturnya.

Recent Posts

B50 Berisiko Menjadi Beban Fiskal Baru dan Menggerus Devisa Ekspor Sawit

MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih, sebuah lembaga thin tank di bidang ekonomi dan lingkungan berkelanjutan,…

6 jam yang lalu

Dahnil Anzar Cek Langsung Kelaikan Akomodasi Jemaah di Sektor 10 Makkah

MONITOR, Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelayanan…

8 jam yang lalu

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

9 jam yang lalu

Transformasi Ekonomi Biru Berbasis Bioteknologi Kelautan dan Hilirisasi Industri

MONITOR, Bogor - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan utama ekonomi biru dunia melalui…

11 jam yang lalu

Menhaj Pimpin Kedatangan Amirulhaj Gelombang Kedua di Arab Saudi

MONITOR, Jeddah - Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memimpin kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang…

13 jam yang lalu

Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen

MONITOR, Sragen — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi langkah Pemerintah…

17 jam yang lalu