POLITIK

Elektabilitas Prabowo-Sandi Terus Bayangi Posisi Jokowi-Ma’ruf Amin

MONITOR, Jakarta – Mendekati proses pencoblosan pilpres 17 April mendatang,  posisi elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus membayang-bayangi posisi calon petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Survei Pusat Riset Indonesia (PRI), Muzanni Firdau.

Muzanni mengatakan, hasil survei terbarunya menyebutkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi terus menguat membuntuti Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Hasil survei kami di 34 Provinsi, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat respon publik 47,94 persen dibayang-bayangi pasangan Prabowo Sandi yang menempel dengan 45,05 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan (swing voter) tapi bakal berpartisipasi di pilpres ada sekitar 7,01 persen,” ungkap Muzanni, Jumat (22/2).

Munurut Muzanni, survei tersebut dilakukan 5 -11 Februari dan survei dilakukan secara provesional kepada mereka yang sudah mempunyai hak pilihnya di pilpres 2019.

“Jumlah sample responden yang diambil sebanyak 2100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis dengan margin error kurang lebih 24 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen sementara penarikan sample dilakukan dengan metode multistage random sampling” tuturnya.

Dikatakannya, elektabilitas Prabowo-Sandi bertengger di angka 45,05% dampak dari berbagai alasan yang diungkap publik di antaranya, memiliki karakter tegas & berwibawa, presiden baru dan menginginkan perubahan, sosok Prabowo-Sandi dianggap mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini.

Sementara figur Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 47,94% dianggap mampu melanjutkan infrastruktur, merakyat dan berpengalaman. Menurut Muzanni Firdau yang biasa di panggil Zani, selisih antara keduanya yang sangat tpis dipengaruhi kepuasan publik selama memimpin.

Muzanni pun menegaskan, hasil sangat tipis ini merupakan modal awal bagi capres/cawapres Prabowo-Sandi sekalipun untuk sementara pasangan Jokowi-
Ma’ruf Amin unggul sekitar 2,89%.

“Perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10% dapat disimpulkan belum unggul secara signifikan dari calon pasangan No urut 2. Mengingat waktu masih tersisa dua bulan kedepan,” tandasnya.

Artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan No. urut 02 dan bahkan bisa memenangkan pertarungan di pilpres 2019 ini.

Recent Posts

Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar NU Riang Gembira

MONITOR, Jakarta – Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menyerukan…

6 jam yang lalu

Dorong Ada Perbaikan Menyeluruh, Puan: Pelayanan Kesehatan Jangan Kehilangan Empati

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…

18 jam yang lalu

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

22 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

22 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

22 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

22 jam yang lalu