Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief
MONITOR, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mencibir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, yang menduga ada upaya-upaya untuk mengagalkan Pemilu 2019. Menurut Andi, pernyataan Mahfud MD tak jauh berbeda dengan yang diungkapkan mantan Presiden Soeharto di masanya.
“Dulu Pak Harto selalu bilang ada upaya-upaya menggagalkan Pemilu. Buat resah masyarakat. Sekarang Prof Mahfud MD kesurupan bilang hal yang sama. Hoax, lebih parah dari Kak Ratna Sarumpaet,” tukas Andi Arief, Rabu (20/2).
Ia lantas mempertanyakan apakah ada Pemilu di Indonesia yang pernah digagalkan oleh masyarakat. Politikus yang aktif bersosialisasi di media sosial ini meminta agar Mahfud MD tidak memperkeruh situasi jelang Pemilu.
“Sebaiknya bapak jangan membuat situasi makin keruh. Kalau bapak tahu laporkan saja. Pembina Pancasila koq membuat resah,” ujarnya mencibir.
Lebih jauh ia menjelaskan, hanya ada tiga elemen yang mampu menggagalkan sebuah pesta demokrasi. Pertama, yakni pemerintah. Kedua, angkatan bersenjata dan kegita yaitu bencana alam.
“Sepanjang yang saya pelajari dari semua pemilu di dunia yang bisa menggagalkan pemilu: pemerintah yang berkuasa, angkatan bersenjata dan bencana alam katasrropik. Kira-kira yang mana Prof Mahfud MD?” tanya dia.
MONITOR, Lumajang - Momentum Idulfitri dimanfaatkan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang untuk…
MONITOR, Jakarta — Tren tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami…
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB), memastikan kebersihan…
MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus…
MONITOR, Sadang - Atas diskresi Kepolisian, untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik dari arah…
MONITOR, Jakarta – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan perdagangan global. Dalam Konferensi Tingkat…