POLITIK

Pengamat: Jokowi Bikin Prabowo tak Berdaya dan tak Berkutik

MONITOR, Jakarta – Debat disesi Reforma Agraria sangat menarik. Dimana keduanya cukup ofensif. Begitu pula di segmen lingkungan hidup, pangan, infrastruktur dan SDA.

“Saya menilai Jokowi cukup elegan dalam memaparkan, barangkali selain infrastruktur ini juga barangkali spesialisasi Jokowi,” kata pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, Senin (18/2).

Selanjutnya kata Jerry, debat ini Prabowo dibuat ketar-ketir berapa kali ‘skak mat’ Jokowi yang bikin Prabowo puyeng. Sungguh hebat penguasaan materi Jokowi tadi malam, penampilannya dalam peak performance and confidence.

“Pokoknya sang petahana membuat sang penantang tak berkutik dan tak berdaya,” ujar dia.

Menurut Jokowi dalam dua tahun telah dibagikan masyarakat ada, petani dan nelayan, 2,6 juta hektar, 12,7 sudah disiapkan. Tahun 2017 sekitar 5 juta sertifikat dan 7 juta sertifikat bisa digunakan sisi akses ke sektor keuangan restribusi aset reforma agraria.

Menurut Jerry, Prabowo agaknya tersudut dalam sektor ini. Memang kata Prabowo, menarik dan populer 1 dan 2 generasi, tiap tahun pada saatnya tidak ada lahan yang akan dibagi lagi.

“Kami kembali ke UUD Pasal 33 Bumi dan air dikuasai oleh negara,” ujarnya.

Di segmen ini Jerry nilai Jokowi tampil memukau dengan grand design yang dipaparkan bahkan road map-nya

Selanjutnya kata Jerry, Jokowi sempat membuat Prabowo shok dan kaget saat mengungkap lahan Prabowo di Kaltim 220 ribu hektar dan Aceh Tengah sekitar 120 ribu hektar.

Saat keduanya berdebat khusus 25 persen penduduk miskin tinggal dipesisir, Jerry menilai persiapan matang Jokowi yang membuat dia menguasai on the stage (panggung).

“Prabowo berapa kali saya nilai tak dapat melanjutkan debat dan ikut dengan pernyataan Jokowi. Bagi saya Prabowo under pressure, nampak terkenan dengan data yang disampaikan Jokowi, dia tak punya senjata pamungkas,” kata Jerry.

Jerry menilai, Jokowi mampu menjabarkan polemik di Laut. Lantaran kata dia, Jokowi menjelaskan terarah, tepat dan terukur. Yang mana masa depan Indonesia. 700 kapal asing yang melakukan ilegal fishing 488 kapal yang ditenggelamankan 700 sudah tidak ada.

Selain ikan Indonesia juga ujar Jokowi memiliki off shore atau ladang minyak ini dapat memberikan income kepada negara. Begitu pula infrastruktur yang berkaitan dengan laut secara besar-besaran terutama Indonesia Timur tol laut bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sedangkan Jerry melihat argumen bahkan bantahannya kurang tajam. Sebab kata Prabowo, nelayan tidak punya akses nelayan kecil untuk melaut negara hadir. “Kami akan membuat BUMN khusus melayan dilatih dengan teknologi tepat guna prasarana dan pemasaran dibantu oleh pemerintah dan memberdayakan nelayan yang miskin,” kata Prabowo.

Hal ini pun dipertegas Jokowi, terkait perindo dan perinus menurutnya sangat membantu nelayan bahkan mereka membuat bank mikro nelayan.

“Laporan ke bapak bagus kenyataan di bawah tidak bagus.

Tak kalah garang, Jokowi pun membantah tudingan tersebut dimana setiap minggu dan bulan banyak dia dan sopirnya datang ke utara Jawa Tengah untuk bertemu dan berkomunikasi dengan nelayan.

“Kalau memang ada hal-hal yang kurang mala perlu dikoreksi di Jawa sudah selesai di luar Jawa belum selesai,” ujar Jokowi.

Memang ada hal yang aneh saat Prabowo menyatakan tolok ukur jika dapat memenuhi pangan buat rakyatnya yakni impor air. Hal sangat irasional dan tak masuk akal.

“Masakan air di impor, jadi Jokowi bisa mengatasi masalah dan menguasai masalah sedangkan Prabowo menguasai lahan HGU tapi katanya dia rela memberikan kepada negara,” tutur Jerry.

Recent Posts

Wamenaker: Pemuda Perlu Ciptakan Lapangan Kerja Baru

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam…

9 jam yang lalu

Hardiknas 2026, Menag Nasaruddin Umar Beri Penghargaan Dua Siswa Madrasah Berprestasi Dunia

​MONITOR, Jakarta – Usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Menteri Agama RI, Prof.…

11 jam yang lalu

Business Forum HA IPB, Prof Rokhmin: Pembangunan Sistem Pangan Nasional harus Terpadu dan Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) menggelar Business Forum HA IPB…

12 jam yang lalu

Hardiknas 2026, Waka Komisi X DPR: Tolak Penghapusan Prodi Keguruan!

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti menekankan keadilan pendidikan…

19 jam yang lalu

Legislator Desak Klinik Kecantikan Ilegal Ditindak Tegas Buntut Kasus Eks Finalis Puteri Indonesia

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendorong aparat penegak hukum menindak tegas…

19 jam yang lalu

Jasa Marga Tuntaskan Perbaikan Perkerasan Ruas Tol Jagorawi

MONITOR, Bogor - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division memohon…

1 hari yang lalu