SUMATERA

Riny Fitrianti Desak Pemerintah Optimalkan Penanganan Kebakaran Hutan di Kepri

MONITOR, Batam – Berdasarkan data dari Petugas Pemadam Kebakaran Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekitar 30 hingga 40 hektare hutan lindung Sei Harap, Kota Batam terbakar pada Selasa (12/2/2019). Kebakaran sulit dipadamkan, karena berlokasi di bukit yang terjal, sehingga tidak bisa dijangkau mobil pemadam kebakaran. Apalagi di sekitar lokasi tidak ada sumber air.

Kebakaran hutan di Batam memiliki dampak yang sangat buruk bagi lingkungan. Selain karena merusak ekosistem, juga sulit mengembalikan kelestarian lingkungan seperti sedia kala. Selain itu juga menimbulkan dampak sosial ekonomi karena kualitas udara yang buruk menghambat aktivitas masyarakat. Setidaknya terdapat 10 titik lokasi kebakaran lahan dan hutan di Batam.

Menanggapi hal tersebut, Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil Kepri Partai Nasdem, Riny Fitrianti desak pemerintah untuk tangani kebakaran hutan secara maksimal. Melihat titik api yang cukup banyak, kerjasama antar tingkatan pemerintah sangat penting untuk menghentikan kebakaran hutan. Kejadian ini juga harus diusut tuntas penyebabnya.

“Sebelumnya belum ada kebakaran di Batam yang cakupannya seluas ini, semua pihak berwenang harus bersama-sama menangani baik pemerintahan daerah maupun pusat. Kerugian sangat besar terutama berkaitan dengan aspke ekologis karena hutan lindung, pemerintah harus mencari cara agar kedepan lahan tersebut tetap berfungsi sebagai hutan lindung di Kota Batam,” ucap Riny Fitrianti saat dimintai komentar di Batam pada Kamis (14/2/2019).

Tokoh Perempuan Kepri tersebut menambahkan penyebab kebakaran hutan juga harus menjadi perhatian serius, karena kerusakannya sangat besar. Selain itu kedepan harus ada aturan tegas untuk mencegah kebakaran hutan lindung di Kepri.

“Kasus ini harus diusut tuntas penyebabnya jangan sampai ini usaha untuk alih fungsi lahan hutan lindung, itu harus dihukum berat. Kalau kelalaian di musim kemarau, kedepan harus diberikan aturan tegas agar tidak terjadi lagi,” tutup Putri Mantan Gubernur Kepri (Alm) Muhammad Sani tersebut.

Recent Posts

Resmi! Akun YouTube, TikTok, hingga Roblox untuk Anak di Bawah 16 Tahun Akan Ditutup

MONITOR, Jakarta - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026…

17 menit yang lalu

Kemenag Bahas Kampus Go Global dan Kurikulum Berbasis Cinta di Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara

MONITOR, Purwokerto - Generasi Z dari berbagai negara berkumpul di Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor…

4 jam yang lalu

Kemenhaj dan KJRI Jeddah Kawal Kepulangan 14.796 Jemaah Umrah

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah berkolaborasi dengan Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah terus…

5 jam yang lalu

Kemendag Buka Pendaftaran GDI 2026 di IFEX, Dorong Desain Furnitur Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perdagangan membuka gerai (booth) Indonesia Design Development  Center (IDDC) 2026 di…

7 jam yang lalu

Wamenag Apresiasi Pesantren Kilat Vokasi untuk Pramuka se-Jabodetabek

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i mengapresiasi pesantren Kilat Ramadan, bagi Pramuka…

10 jam yang lalu

Kampus Desa Mendunia, UIN Saizu Kini Miliki Mahasiswa dari 28 Negara

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menggelar “Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara”. Acara ini berlangsung…

14 jam yang lalu