Wiranto: Pemilu Bukan hanya Sekadar Memilih Pemimpin

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto

MONITOR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengemukakan, negara Indonesia menganut demokrasi, bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Tetapi karena rakyat tidak bisa memimpin sendiri, maka kemudian ada demokrasi perwakilan seperti sila keempat Pancasila.

Dalam mengambil keputusan rakyat diwakili oleh para wakil pemimpin. Pemilihan umum, pilkada serentak, lanjut Menko Polhukam, adalah memilih pemimpin rakyat ini untuk mengatur negeri ini selama lima tahun ke depan nanti.

“Sehingga menurut saya, pemilu itu tidak hanya sekedar memilih pemimpin, tapi sebenarnya pemilu adalah rakyat menentukan lima tahun masa depan bangsa lewat memilih pemimpin,” kata Wiranto saat menjadi pembicara kunci dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Guna Menyukseskan Pemilu 2019 di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/2).

Menko Polhukam menegaskan, pemimpin itu instrumen dari rakyat untuk mencapai kebaikan. Gubernur, Bupati, dan walikota, tegas Menko Polhukam, itu bukan raja yang menentukan segala-galanya. Tapi dia adalah wakil rakyat untuk membuat negeri ini lebih makmur, lebih sejahtera lagi.

Jadi, tegas Menko Polhukam, Gubernur, Bupati, Walikota itu hanya instrumen dari satu demokrasi. Presiden juga alat dari demokrasi sebagai figur untuk bagaimana mencapai kesejahteraan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ini yang harus dipahami, jangan sampai rakyat terjebak kepada hanya sekedar pilih pemimpin, fanatik, dayhard, lalu berkelahi, itu sangat disayangkan,” ujar Wiranto.