Gagas CMFS, LPDB-KUMKM Tegaskan Fintech Bukan Kompetitor

LPBD KUMKM menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis dana bergulir

MONITOR, Tarakan – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM merancang Core Micro Financing System (CMFS), sebuah sistem untuk memantau penggunaan dan pemanfataan dana bergulir oleh pelaku UMKM di Indonesia.

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Krisdianto, menegaskan kehadiran CMFS di LPDB-KUMKM bukan untuk bersaing dengan financial technology (fintech) yang sudah ada, melainkan akan menjadi partner dalam memberikan kemudahan bagi koperasi dan UMKM mengakses pembiayaan.

“Kita tidak mau menjadi kompetitor bagi fintech atau koperasi. Semacam dengan kita masuk ke pembiayaan mikro langsung. Kita masuk ke market yang terjangkau secara maksimal,” kata Krisdianto di Tarakan, Kalimantan Utara.

Widget Situasi Terkini COVID-19



CMFS saat ini dalam tahap penyempurnaan dengan target implementasi pada kuartal I 2019. Dengan IT sistem ini seluruh aktivitas pembiayaan LPDB-KUMKM, akan dapat diakses secara online untuk mempermudah koperasi dan UMKM dalam mengajukan permohonan dukungan permodalan.

Krisdianto menyadari masih banyak pelaku usaha yang belum bisa mengakses pembiayaan dana bergulir. Hal itu terkendala karena LPDB-KUMKM tidak memiliki cabang di daerah. Dengan menggagas CMFS diyakini jumlah pelaku usaha mengakses pembiyaan dana bergulir akan semakin banyak.

“Jadi memang kita tidak punya cabang, sehingga kalau mau jangkau mikro ini, pembiayaan yang kecil-kecil ini jumlahnya banyak, gak mungkin kita data secara manual. Tapi kalau mengunakan teknologi informasi kita bisa menjangkau mereka akses melalui online,” ujar Krisdianto.

Dikatakan CMFS merupakan langkah awal LPDB-KUMKM dalam membentuk fintech pembiayaan sendiri sesuai arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saat ini fintech kita sebagai partner, karena masih banyak pelaku usaha di luar sana yang belum punya akses” tandasnya.

Menyongsong 2019, LPDB-KUMKM berkomitmen memperbesar porsi penyaluran dana bergulir dari target yang ditetapkan yakni Rp 1,5 triliun. Karena itu, LPDB-KUMKM akan menggunakan sistem jemput bola untuk menghimpun pelaku usaha koperasi dan UMKM menjadi mitra.

“Dari hasil pengalaman sebelumnya, kita perbaiki 2019, kita mencoba kembali menyasar ke sana untuk memperbesar porsinya,” papar dia.

Selain itu, LPDB-KUMKM juga akan mengintensifkan bimbingan teknis (bimtek) bagi koperasi dan UMKM. Melalui bimtek ini koperasi dan UMKM akan mendapat pemahaman yang baik bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut dan bagaimana mengelolanya.

“Dengan cara kita intensifkan lagi program-program bimbingan teknisnya. Kalau sosialisasi saya rasa banyak yang sudah paham LPDB, tapi bimtek kita harus mempersiapkan supaya orang siap dan tahu rencana penggunaan dana yang diterima dari LPDB,” katanya.