SUMATERA

Geram, Abdul Basyid Has desak Pemerintah tindak tegas Perusahaan yang abaikan Hak Pekerja di Kepri

MONITOR, Tanjungpinang – Awal tahun 2019 banyak pekerja di Kepri, khususnya di Tanjung Pinang yang bersuara terkait belum maksimalnya pemenuhan hak-hak pekerja oleh perusahaan. Hal tersebut dikenal dengan istilah Perusahaan Daftar Sebagaian (PDS), terdapat tiga jenis PDS diantaranya data pekerjaan yang didaftarkan sebagian, besaran upah ya g dilaporkan tidak sesuai dengan yang diterima pekerjaan, dan perusahaan tidak mengikutisertakan karyawan di empat program yang ditentukan pemerintah.

Praktek PDS sangat merugikan para pekerja, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2013 perusahaan yang melakukan praktik PDS akan diberikan sanksi secara bertahap, mulai dari teguran tertulis, denda, hingga mencabut izin usaha. Meskipun secara aturan sudah jelas, di pusat-pusat industri dan perdagan di Kepri praktek PDS masih sering ditemukan, dan jarang ditindaklanjuti dengan tegas.

Merespon hal tersebut, Tokoh Kepri, Abdul Basyid Has mendorong pemerintah untuk lebih tegas dalam mengimplementasikan aturan yang sudah ada. Selama beberapa pekan terakhir sudah banyak aduan mengenai pemenuhan hak-hak karyawan yang dilanggar perusahan, jika hal ini terus dibiarkan maka akan mempengaruhi tingkat kesejateraan masyarakat Kepri.

“Sebagai provinsi yang bergantung pada sektor industri dan perdagangan untuk pertumbuhan ekonomi, nasib para pekerja harus menjadi perhatian utama pemerintah, karena hanya dengan aturan-aturan yang ada keadilan berpihak pada pekerja. Banyak perusahaan yang masih mempraktekan PDS di Batam dan Tanjungpinang pinang, kedepan kita mendorong pemerintah untuk menindak tegas perusahaan nakal tersebut,” jelas Abdul Basyid Has saat dimintai komentar di Tanjungpinang, Jumat (11/1/2019).

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kepri tersebut menambahkan dunia usaha di Kepri harus sehat, dalam artian saling mensejaterakan anatara perusahaan dan karyawan. Pemerintah melalui seperangkat aturan menjadi penegah agar terciptanya keadilan. “Meningkatkan laporan PDS di Kepri menjadi pekerjaan rumah semua pihak terkait, tidak akan mungkin pembangunan ekonomi akan tercapai tanpa kesejateraan para pekerja,” tegasnya.

Recent Posts

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

7 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

1 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

1 hari yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

2 hari yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…

2 hari yang lalu