Harga Minyak Dunia Melambung

Ilustrasi kilang minyak

MONITOR, New York – Minyak dunia kian melambung hampir dua persen pada akhir transaksi Jumat (Sabtu pagi WIB). Ini setelah usulan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China meredakan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Akan tetapi, kenaikannya terbatas karena AS melaporkan peningkatan tajam persediaan produk minyak olahan.

Dilansir dari Antara, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 1,11 dolar AS atau naik 1,98 persen, menjadi menetap pada 57,06 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 0,87 dolar AS atau 1,85 persen menjadi menetap pada 47,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Setelah kedua acuan turun tajam tahun lalu, harga membukukan kenaikan kuat pada minggu pertama 2019, meskipun data baru-baru ini menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Brent meningkat sekitar 9,3 persen untuk minggu ini, sementara WTI naik sekitar 5,8 persen.

Harga-harga memangkas kenaikannya pada Jumat (4/1) setelah data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan peningkatan tajam dalam persediaan produk olahan, karena para penyuling menggenjot tingkat utilisasi menjadi 97,2 persen dari kapasitas, tingkat tertinggi dalam catatan untuk periode tahun ini.

Persediaan bensin naik 6,9 juta barel minggu lalu, sementara stok destilat bertambah 9,5 juta barel, kata EIA, dibandingkan dengan perkiraan untuk peningkatan di bawah 2,0 juta barel. Sementara itu, stok minyak mentah AS sedikit berubah.