Muhammadiyah Beri Masukan Dubes Cina terkait Persoalan Uighur

1007
Duta besar Cina untuk Indonesia berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah

MONITOR, Jakarta – Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, kali ini berkunjung ke kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jumat (28/12). Dalam kesempatan itu, ia membahas sejumlah isu termasuk persoalan masyarakat Uighur bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan jajarannya.

“PP Muhammadiyah telah menerima kunjungan Dubes China untuk yang kedua kali. Untuk kali ini, beliau menyampaikan informasi dan keterangan yang terbuka mengenai keadaan masyarakat Uighur di Provinsi Xinjiang sebagaimana yang telah menjadi pemberitaan di Indonesia maupun dunia internasional,” ujar Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir di Jakarta.

Dalam kunjungan ke kantor PP Muhammadiyah, Dubes Xiao Qian membahas tiga hal utama dengan pihak Muhammadiyah, yaitu mengenai keadaan masyarakat Uighur di Provinsi Xinjiang, soal investasi dan tenaga kerja China di Indonesia, serta upaya peningkatan hubungan kerja sama antar masyarakat Indonesia dan China.

Terkait persoalan Uighur, pihak Muhammadiyah memberi masukan bagi Pemerintah China untuk menjawab berbagai pertanyaan dan isu yang berkembang mengenai keadaan yang berlangsung di Xinjiang secara terbuka kepada masyarakat internasional.

“Kami beri masukan lewat bapak Dubes (Xiao Qian) agar pemerintah China selain memberi penjelasan terbuka, juga dapat menjadikan provinsi Xinjiang sebagai tempat terbuka yang bisa dikunjungi oleh masyarakat internasional. Dengan keterbukaan itu bisa diketahui apa yang terjadi sebenarnya,” ujar Haedar.

Muhammadiyah mendorong China, sebagai salah satu negara besar yang mempunyai kekuatan ekonomi dan diplomasi luas dan menjadi pelopor paradigma politik internasional, dapat melihat persoalan yang terjadi terhadap kelompok Uighur dengan pendekatan komprehensif yang mengedepankan perdamaian.