Jasa Marga Siapkan Strategi Amankan Libur Panjang Akhir Tahun

1005
Jasa Marga menggelar jumpa pers

MONITOR, Jakarta – Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2019, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah menyiapkan sejumlah strategi guna mengantisipasi potensi kepadatan yang terjadi di sejumlah ruas tol. Strategi tersebut mencakup pelayanan transaksi, lalu lintas hingga rest area.

“Kenaikan volume lalu lintas selama periode Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 diperkirakan mulai terjadi tanggal 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019,” ujar Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur dalam konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Selasa (18/12).

Dari data historis, urai Subakti Syukur, puncak arus mudik pada libur Natal tahun ini terjadi pada H-3 atau tanggal 22 Desember 2018, yakni jatuh di hari Sabtu. Pada tanggal itu, jumlah kendaraan di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang mengarah ke Cikampek diprediksi mencapai 85.000 kendaraan. Angka ini meningkat sebanyak 33% daripada lalu lintas normal yang mencapai 63.968 kendaraan atau naik 1,01% dibandingkan tahun 2017.

Untuk puncak arus balik libur Natal diperkirakan terjadi pada tanggal 25 Desember 2018. Jumlah kendaraan di GT Cikarang Utama yang mengarah ke Jakarta diprediksi mencapai 92.000 kendaraan pada tanggal tersebut. Angka ini lebih besar 62,7% daripada kondisi normal yang sebanyak 56.562 kendaraan atau naik 0,71% di tahun 2017.

Sementara itu, masih menurut Subakti Syukur, puncak arus mudik pada libur Tahun Baru 2019 diperkirakan terjadi pada tanggal 28 Desember 2018. Jumlah kendaraan di GT Cikarang Utama yang mengarah ke Jakarta diprediksi mencapai 88.000 kendaraan pada tanggal tersebut. Angka ini lebih besar 27% daripada kondisi normal yang sebanyak 69.373 kendaraan atau naik 1,02% di tahun 2017.

Untuk puncak arus balik Tahun Baru melalui GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada hari-H (1 Januari 2019) sebanyak 95.000 kendaraan, naik 68% daripada kondisi normal (56.562 kendaraan) atau turun 1,14% dibandingkan periode sama tahun 2018.

Menurut Subakti Syukur, hal ini karena periode libur Natal dan Tahun Baru kali ini terhitung relatif pendek.

Subakti Syukur juga menjelaskan, distribusi lalu lintas mudik 47% ke arah Timur, 33% ke arah Barat, dan 20% ke arah selatan. Lalu lintas ke arah Timur mayoritas melintas jalur pantura 54% dan melintas jalur selatan/tengah 46%.

Salah satu strategi pelayanan transaksi yang disiapkan oleh Jasa Marga jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 adalah menambah GTO Mini atau Oblique Approach Booth (OAB) di GT Cengkareng sebanyak enam unit sehingga total gardu menjadi 23 gardu operasi. Secara keseluruhan, Jasa Marga juga akan mengoperasikan 171 unit mobile reader di berbagai GT.

Selain itu, Jasa Marga juga melakukan inovasi sistem transaksi tol berupa integrasi sistem transaksi yang dilakukan di Ruas Tol Semarang dan Semarang-Solo (menghilangkan titik transaksi di GT Tembalang), Jalan Tol Soedijatmo dan JORR W1 (menghilangkan titik transaksi di GT Kayu Besar), dan Tol JORR, Akse Tanjung Priok (ATP) dan Pondok Aren-Ulujami.

Sementara itu, strategi pelayanan lalu lintas mencakup pengaturan waktu operasi angkutan barang, mempercepat penanganan gangguan, mengoptimalisasi kapasitas lajur (contraflow), monitoring distribusi beban lalu lintas dengan Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS) serta percepatan distribusi informasi dengan penambahan Variable Message Signs (VMS) sejumlah 135 unit, Circuit Close Television (CCTV) sejumlah 780 unit, Remote Traffic Monitoring System (RTMS) sejumlah 16 unit, VMS Mobile sejumlah 8 unit, Twitter, dan JM Care.

Di samping itu, Subakti Syukur menyampaikan, pekerjaan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated akan dihentikan sementara sesuai surat edaran dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Tanggal-tanggal yang dimaksud adalah 21–22 Desember 2018, 25 Desember 2018, 28–29 Desember 2018, dan tanggal 1 Januari 2019.

“Di luar tanggal-tanggal tersebut, proyek Jakarta-Cikampek Elevated II masih akan tetap mengejar targetnya karena sesuai rencana pada bulan Mei 2019 dapat berfungsi secara fungsional,” katanya.

Subakti Syukur meneruskan, Jasa Marga juga mengoperasikan 61 lokasi rest area yang terdiri dari 41 rest area operasi, sembilan rest area sementara, dan tujuh parking bay yang tersebar dari Jakarta hingga Pasuruan. Pada rest area-rest area tersebut, Jasa Marga akan menerapkan sistem zoning untuk mengatur pergerakan lalu lintas di dalam rest area.

Tak hanya itu, Jasa Marga juga menambah toilet mobile (khususnya memperbanyak toilet untuk wanita) dan memaksimalkan kapasitas parkir dengan melarang tambahan booth/tenant di rest area. Rest area-rest area tersebut juga dilengkapi dengan poliklinik, VMS, CCTV, SPBU mobile, dan BBM kemasan. Para petugas di lapangan pun siap membantu para pengguna jalan tol yang singgah sejenak di rest area.

Tambah lagi, untuk menambah kelancaran lalu lintas pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, dua jalan tol yang dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga juga akan beroperasi secara fungsional. Kedua jalan tol itu adalah Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Segmen Sei Rempah – Tebing Tinggi) dan Jalan Tol Manado-Bitung (Segmen Sukur – Danowudu) di Sulawesi Utara.

Masih terkait dengan kelancaran lalu lintas, khususnya di jalan tol, jelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Menteri Perhubungan telah menetapkan Peraturan Menteri No. 115 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas Operasional Mobil Barang Selama Masa Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019.

Dalam aturan tersebut tertulis, mobil yang dibatasi adalah mobil barang dengan berat lebih dari 14.000 kilogram, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, truk gandeng, dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut tanah, pasir, batu, batubara, besi, semen, dan kayu.

Adapun rincian pembatasan itu adalah sebagai berikut:
1. Pembatasan dua arah dan satu arah di jalan tol-jalan tol tertentu dari tanggal 21 Desember 2018 pukul 00.00 hingga 22 Desember 2018 pukul 24.00
2. Dari tanggal 25 Desember pukul 00.00 sampai pukul 24.00 pembatasan satu arah di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, arah ke Jakarta.
3. Pembatasan dua arah dan satu arah dari tanggal 28 Desember 2018 pukul 00.00 sampai 29 Desember 2018 pukul 24.00 untuk sejumlah jalan tol tertentu.
4. Pembatasan satu arah dari tanggal 1 Januari 2019 pukul 00.00 sampai pukul 24.00 untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek, arah ke Jakarta.

Pembatasan operasional tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut, seperti bahan bakar minyak atau bahan bakar gas; barang ekspor dan impor; ternak; pupuk; hantaran pos dan uang; serta berbagai bahan kebutuhan pokok.