PARLEMEN

DPR: Lawan Hoaks dengan Literasi!

MONITOR, Jakarta – Saatnya hentikan hoaks! seruan itu diutarakan anggota Komisi X DPR RI Marlinda Poernomo menanggapi maraknya kabar hoaks yang beredar di jagat dunia maya. Ia mengatakan, budaya itu bisa dikikis dengan tradisi literasi.

“Hoaks memang mestinya tak beredar di tengah masyarakat untuk selamanya. Pada masa kampanye ini tak perlu ada yang memanfaatkan informasi hoaks untuk kepentingan politik,” ujarnya, dalam keterangan tertulis.

“Ada tradisi yang jauh lebih bermanfaat daripada mengikuti informasi hoaks, yaitu meningkatkan tradisi membaca dan menulis (literasi). Hoaks harus dihentikan tidak hanya karena tahun politik, tapi harus ada upaya berkelanjutan. Sudah saatnya tidak memanfaatkan hoaks untuk kepentingan apapun. Hoaks sangat merugikan bangsa Indonesia,” sambung Marlinda.

Legislator Partai Golkar ini mengaku tak pernah absen mengimbau masyarakat untuk menjauh dari hoaks. Kaum muda yang merupakan anak-anak jaman now juga harus menghindari hoaks. Marlinda melihat, ada korelasi antara suburnya hoaks dengan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia.

Data UNESCO menyebutkan, minat baca di Indonesia hanya 0,001. Artinya, hanya satu orang dari 1.000 orang yang membaca buku. Hasil studi Most Litered Nation in the World yang dilakukan Central Connecticut State University pada Maret 2016, juga mendudukkan Indonesia pada rangking ke-60 dari 61 negara paling rendah minat bacanya. Indonesia berada persis di bawah Thailand (59) dan di atas Bostawa, Afrika (61).

Ia menduga rendahnya minat baca lantaran masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan telepon genggam di semua tempat, baik rumah, sekolah, kampus, pusat belanja, restoran, di mobil, bahkan naik motorpun masih sempat menggunakan telepon genggam.

“Masyarakat Indonesia khususnya anak muda lebih asyik memandang telepon genggam daripada memegang buku. Dan Indonesia ternyata menempati ranking ke-5 dunia pengguna gadget yang penggunanya mencapi 60 juta,” ungkap Marlinda.

Recent Posts

Adik Jadi Tersangka KPK, Ketum PBNU Pastikan Tak Intervensi Kasus Haji

MONITOR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil…

9 jam yang lalu

Gus Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji, Kuasa Hukum: Kami Hormati Proses Hukum di KPK

MONITOR, Jakarta - Penasihat hukum mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), angkat…

9 jam yang lalu

Tiba di Gaza, EMT MER-C ke-12 Langsung Kunjungi Klinik GWB

MONITOR, Gaza – Sudah tiba di Jalur Gaza, dua relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C…

10 jam yang lalu

KPK Ingatkan Kemenkum, Zona Integritas Jangan Hanya Formalitas

MONITOR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan syarat…

10 jam yang lalu

Sembuhkan Luka Batin, Penyuluh Agama Gelar Trauma Healing di Bireuen

MONITOR, Jakarta - Tawa anak-anak terdengar di sudut Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Di tengah…

12 jam yang lalu

Prabowo Minta Pelayanan Haji 2026 Dilakukan Transparan dan Akuntabel

MONITOR, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan akuntabilitas…

13 jam yang lalu