Jadi Tuan Rumah, PKS Sesumbar Bakal Sukseskan Reuni 212

1006
Reuni 212 akan kembali digelar

MONITOR, Jakarta – Menyambut acara reuni akbar 212 di Lapangan Monas (2/12) mendatang, PKS Jakarta menyatakan akan menyambut baik para tamu 212 yang datang dari daerah.

Menurut Ketua fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurahman Suhaimi, sambutan yang akan dilakukan PKS Jakarta tersebut bagian dari seruan Presiden PKS Shohibul Imam yang meminta seluruh kader PKS agar ikut mensukseskan agenda akbar reuni aksi 212.

Dia menjelaskan, maksud seruan tersebut agar warga yang menghadiri peringatan aksi bersejarah itu bisa bersikap ramah.

Sedangkan untuk kader PKS DKI Jakarta, yang menjadi tuan rumah dari kegiatan tersebut, diharapkan bisa menyambut baik perseta yang hadir dari luar daerah guna menjaga ukhuwah islamiyah.

“Sebagai tuan rumah kita harus bersikap ramah. Ya untuk kader diserukan untuk meramaikan, kemudian menjaga ukhuwah (menjaga persatuan united), menjalankan yang tertib. Tetap menjaga kepentingan umum dan kebersihan,” ujar Suhaimi kepada MONITOR di Gedung DPRD, Rabu, (28/11).

Lantas penyambutan sepeti apa yang akan dilakukan PKS?

Dijawab Suhaimi, penyambutan yang dimaksud, tak akan berbeda seperti saat aksi aksi 212 pada tahun 2016 lalu. Dimana, kala itu umat Islam bekerjasama dalam mensukseskan acara tersebut.

“Seperti yang saya sebutkan tadi, sebagai tuan rumah kewajibannya menyambut para tamu. Artinya tamu itu dihormatin. Dilayanin dengan ramah. Kalau perlu sediakan aqua (sensor air miniral), ada yang sediain makanan, penginapan. Ya artinya kita punya semangat yang sama gitu,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan PKS bakal terus menjaga dan mendukung para ulama.

Dukungan ini direalisasikan diantaranya dengan cara mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan para ulama, seperti Reuni 212 ini.

Keputusan ini sesuai DPTP PKS agar kader PKS hadir dan menyukseskan reuni 212 tahun 2018. Kendati begitu, Shohibul meminta agar kader PKS tidak menggunakan atribut partainya.

‚ÄúTapi diminta tidak menggunakan atribut partai dalam bentuk apapun demi menjaga kebersamaan dan menghindari tuduhan yang tidak perlu yang akan merusak tujuan acara,” kata Sohibul.