NASIONAL

Tak Ingin ada yang Tewas lagi karena Beda Pilihan Capres, Timses Jokowi Bakal Lakukan Ini

MONITOR, Jakarta – Meskipun pemilihan presiden masih terhitung lama, namun tensi antar kedua kubu terasa makin panas. Terbaru, satu orang tewas di Sampang, Jawa Timur lantaran berbeda pilihan capres.

Tak ingin kejadian serupa terulang, Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf, Maman Imanulhaq berencana menyambangi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk berkomunikasi ihwal peristiwa cekcok beda pilihan capres tersebut.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Andre Rosiade, juga Ferry Mursyidan Baldan selaku Direktur Relawan Koalisi Adil Makmur. Kita akan membuat kegiatan bersama,” kata Maman, Selasa, 27 November 2018.

Maman mengatakan tim-nya melihat tensi politik semakin meningkat menjelang pilpres 2019. Kelompok masyarakat juga mulai terpancing melakukan perdebatan di luar rasionalitas seperti yang terjadi di sampang. “Ini tentu menjadi perhatian dan keprihatinan besar bagi kami semua,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata Maman, koalisinya akan menggelar kegiatan bersama yang melibatkan relawan Prabowo-Sandiaga di beberapa tempat seperti Subang dan Cisalak.

Selain menjalin komunikasi dengan kubu Prabowo, timses melakukan pengarahan kepada seluruh relawan untuk tetap menjaga suasana demokrasi menjadi tenang. “Kami meminta seluruh relawan untuk tidak menggunakan kalimat-kalimat provokatif, menghina, mengejek, apalagi fitnah hoax,” kata dia.

Selanjutnya, timses Jokowi juga akan turun ke daerah-daerah, terutama di daerah yang ditemukan cukup keras di akun media sosial. “Kita turun ke Cianjur, kita turun ke Kebumen, kita turun ke beberapa titik yang kita melihat ada akun-akun yang sedikit membahayakan,” kata Maman.

Selain itu, timses menyiapkan cyber troops atau pengerahan pasukan dunia maya. Tim ini bertugas mendeteksi dan mengawasi akun-akun yang provokatif. “Mereka bisa melaporkan akun tersebut ke pihak medsos atau bisa dengan jalur hukum lewat direktorat advokasi hukum dan HAM,” ujarnya.

Langkah terakhir, timses juga akan datang ke tokoh-tokoh lintas agama untuk melakukan dialog-dialog lintas agama. “Kami meminta tokoh-tokoh agama memasukkan dakwah kebangsaan untuk mengimbangi ujaran kebencian yang terus disulut oleh beberapa orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Maman.

Recent Posts

Pemerintah Gelontorkan Rp 18,9 T untuk Pemda, Komisi II DPR Dorong Evaluasi Instrumen TKD di 2027

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin mendukung langkah Pemerintah Pusat yang menggelontorkan…

3 jam yang lalu

Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan jalan tol yang lancar,…

13 jam yang lalu

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi…

14 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan OJK Sepakat Akselerasi Pembiayaan dan Perluasan Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

14 jam yang lalu

DPR Dorong Maksimalkan Penggunaan Teknologi untuk Padamkan Kebakaran di Kawasan Bromo

MONITOR, Jakarta - Anggota Komis IV DPR RI, Daniel Johan menyesalkan terjadinya kebakaran hebat di…

17 jam yang lalu

Sidak Kemenhaj Jakarta Timur, Wamenhaj Dahnil Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Penyimpangan Haji

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak…

22 jam yang lalu