Puan Sentil Edy Soal PSSI

1008
Menko PMK RI Puan Maharani

MONITOR, Jakarta – Desakan agar Edy Rahmayadi melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI ramai digaungkan di media sosial dengan tanda pagar #EdyOut.

Tak cuma itu, ratusan pendukung Tim Nasional Indonesia juga meneriakkan kata-kata Edy Out dalam pertandingan Piala AFF Indonesia melawan Filipina pada Minggu, 25 November.

Edy Rahmayadi kerap dikritik lantaran rangkap jabatan. Tak hanya itu, Edy juga sering mengeluarkan pernyataan yang nyeleneh jika ditanya soal masalah seputar sepak bola, mulai dari prestasi Timnas hingga kematian suporter.

Beberapa waktu lalu, mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) itu melontarkan pernyataan yang cukup aneh dan terkesan tidak nyambung ketika ditanya wartawan soal dunia sepakbola dan kepengurusannya di PSSI saat ini.

Yang terbaru, Edy juga terkesan menyalahkan wartawan atas prestasi Timnas Indonesia. Edy berujar, prestasi Timnas bisa baik jika wartawan dan medianya baik.

Pernyataan Edy ini kemudian mendapat peringatan dari anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa dan memintanya agar tidak mengeluarkan pernyataan yang kontroversial atau blunder. “Ketum kalau beri statemen jangan blunder,” kata Gusti usai rapat Komite Eksekutif di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 25 November 2018.

Hal tersebut rupanya juga mendapat perhatian Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Anak dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ini memiliki satu pertanyaan untuk Edy Rahmayadi.

Pertanyaan ini diungkapkan Puan menanggapi desakan agar Gubernur Sumatera Utara itu mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI.

“Saya belum lihat, komentar saya cuman satu. Sekarang kan Pak Edy sudah gubernur, nah apakah Pak Edy masih punya waktu untuk fokus di PSSI,” kata Puan, Senin, 26 November 2018.

Puan mengakui sebelum menjadi Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi juga memimpin PSSI ketika masih duduk sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat.

Namun, menurut Puan, kondisi saat ini berbeda. Puan melihat jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara membutuhkan fokus lebih. Makanya, ia meminta Edy fokus.

“Kalau dulu kan sebagai Pangkostrad mungkin punya tanggung jawab tapi sama-sama dengan (mengurusi) wilayah, teritorial. Nah ini sebagai gubernur apakah masih punya waktu,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.