Marak Desakan Mundur, Ketum PSSI: Saya Terima Itu Semua

1010
Ketua Umum PSSI Edy Rachmayadi remi membekukan Liga 1 2018

MONITOR, Jakarta – Akibat prestasi sepak bola Indonesia yang dinilai buruk selama kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai ketua Umum PSSI sejak 10 November 2016, desakan mundur dengan tagar #EdyOut di media sosial menguat.

Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu memberikan jawaban soal desakan tersebut. “Saya terima itu semua. Menurut saya itu kekecewaan rakyat Indonesia,” katanya, Senin 26 November 2018.

Kegagalan terkini sepak bola Indonesia adalah tidak berhasil lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Dalam penyisihan Grup B, timnas Indonesia hanya menempati peringkat 4 di bawah Thailand, Filipina, dan Singapura.

“PSSI ini di bawah FIFA dan diatur dalam statutanya. Kalau saya ada kegiatan kecurangan bersifat hukum atau para voter sebanyak 2/3 mengajukannya ke FIFA dan FIFA datang ke sini untuk memprosesnnya, itu bisa saja dilakukan,” ujar Edy.

Edy bisa diganti, jika setengah dari anggota PSSI yang berjumlah 107, menginginkannya diganti. Masalahnya, hingga saat ini belum ada anggota PSSI yang meminta Edy diganti.

“Saat ini tidak ada satu pun surat dari anggota yang memiliki suara di PSSI, yang meminta Pak Edy out. Mekanismenya pun sudah jelas karena Pak Edy memang tidak dipilih masyarakat, akan tetapi anggota. Namun, anggota tidak ada satupun yang bicara Edy out,” kata Gusti Randa, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

PSSI akan melakukan kongres tahunan di Bali pada Januari 2019. Namun tidak ada jaminan kongres itu akan berubah menjadi Kongres Luar Biasa (KLB), yang salah satu agendanya mengganti Edy Rahmayadi.