Pelaku Industri Pertanian Keberatan Pataka Keluarkan Petisi

1014
Para asosiasi cabai dan bawang merasa keberatan karna disebut hadir dalam membuat petisi, tapi nyatanya tidak (Foto Ilustrasi)

MONITOR, Jakarta – Para pelaku industri pertanian di antaranya Asosiasi Cabai Indonesia dan Asosiasi Bawang Merah Indonesia menyampaikan keberatan atas pencatutan nama yang dilakukan Pusat Kajian Pertanian, Pangan dan Advokasi (PATAKA), sebagai pihak yang turut terlibat mengerluarkan tuntutan dalam bentuk petisi. Petisi tersebut meminta Presiden Jokowi untuk memberhentikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Kami (red. Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia) disebutkan hadir membuat petisi, padahal kami tidak hadir. Kami tidak ikut menandatangani petisi. Jadi kami sangat keberatan atas dimuatnya pemberitaan bahwa asosiasi kami turut hadir dalam acara penyampaian fakta, diskusi dan deklarasi petisi,” demikian dikatakan Ketua Asosiasi Cabai Indonesia, Abdul Hamid, Kamis (22/11).

“Karena itu, kami meminta kepada PATAKA untuk mencabut pemberitaan yang mencatut nama Asosisasi Agribisnis Cabai Indonesia. Kami dukung penuh program pemerintah terutama dalam hal peningkatan produktivitas dan efisiensi ditingkat petani karena ini yang akan mensejahterakan petani,” tambahnya.

Tidak hanya Asosiasi Cabai Indonesia yang dikorbankan, Asosiasi Bawang Merah Indonesia pun turut keberatan dengan dicatut namanya turut hadir guna menandatangani petisi. Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Juwari mengatakan pihaknya tidak pernah diundang dan tidak hadir di acara tersebut. Karenanya, petisi tersebut yang mencatut nama Asosiasi Bawang Merah Indonesia itu tidak benar sehingga harus dicabut.

“Kami tidak diundang dan tidak hadir. Jadi PATAKA sebaiknya jangan membohongi publik. Kami minta petisi yang mencatut-catut kami untuk dicabut dari berita. Kami dukung kebijakan dan program Kementerian Pertanian yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanyanya.