MEGAPOLITAN

Warga Kampung Baru Desak Anies Cabut Pergub 1323 tahun 2017

MONITOR, Jakarta – Ratusan warga Kampung Baru, Kel. Kayu Putih, Kec. Pulogadung, Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta siang ini, Rabu (21/11).

Penduduk yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Warga Kampung Baru (AMP-WKP) ini mendesak kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera mencabut Keputusan Gubernur No. 1323 Tahun 2017 yang dikeluarkan pada era Gubernur Djarot Syaiful Hidayat.

Salah satu warga, Dhana (45) menjelaskan, pergub tersebut berisi tentang pembebasan lahan Jalan MHT yang terletak di Kampung Baru RT 011 dan 016 RW 07, Kel. Kayu Putih, Kec. Pulogadung, Jakarta Timur kepada PT Nurdin Tampubolon Fam (PT NTF).

Menurutnya, Pergub itu telah dijadikan dasar hukum PT NTF dalam menutup akses jalan umum bagi warga setempat.

“Sementara warga tidak pernah memberikan persetujuannya atas penutupan jalan di RT 011 dan 016 RW 07 Kayu Putih, Kami tidak pernah memberikan persetujuan apapun atas penutupan akses jalan warga,” terang Dhana, salah satu warga Kampung Baru, Rabu (1/11).

Dhana yang pagar samping rumahnva terhalang tembok PT NTF ini, meminta keberanian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut pergub tersebut agar sejumlah warga terdampak penutupan jalan bisa kembali mendapatkan akses.

“Kami masih menunggu keberanian Gubernur Anies, pembelaan Anies terhadap rakyat kecil, bagaimana ini warga mau bahagia kalau akses jalan saya tak ada,” tegasnya.

Ditempat yang sama, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Kayu Putih, Jakarta Timur, Husein Sinar mengatakan, pihaknya sudah lebih dari lima kali mencoba berkomunikasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta namun sebagai warga yang terzolimi, pihaknya belum juga mendapatkan pembelaan dari pemerintah daerah.

“Baru surat yang keenam akhirnya kami diterima pihak Biro Hukum Pemprov DKI, saat ini kami hanya menunggu saja pencabutan pergub No. 1323 Tahun 2017 Itu, aksi kami ini juga bukan yang pertama, tapi sudah sering mulai dari Walikota, hingga kantor MA,” tandasnya.

Setelah menggelar aksi di depan Balai kota DKI, Aliansi warga ini juga akan menggelar aksi di depan gedung DPRD DKI Jakarta Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Recent Posts

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Tidak Menggunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia…

3 jam yang lalu

Menteri Maman Perluas Peluang Wirausaha Kalbar melalui Bursa Wirausaha Unggulan

MONITOR, Pontianak - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas peluang kewirausahaan di Kalimantan…

3 jam yang lalu

Menag Suarakan Diplomasi Keagamaan Global di Internasional Sant’egidio Assisi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, akan menghadiri…

23 jam yang lalu

Kemnaker Buka Pendaftaran Peserta MagangHub Batch 3 pada 27 Oktober

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran calon peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch…

23 jam yang lalu

Wamen Helvi: Jambore Kumitra Kalsel Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar UMKM

MONITOR, Banjarmasin – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Jambore Kumitra 2026 di…

23 jam yang lalu

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren.…

3 hari yang lalu