Jumat, 24 September, 2021

Krisan Tomohon Berpeluang Ekspor

MONITOR, Tomohon – Krisan merupakan tanaman berbunga dari suku Asteraceae yang terdiri dari jenis krisan spray dan krisan standart. Bunga krisan tidak hanya indah dari warnanya namun juga unggul karena keberagaman varietasnya sehingga menjadikan salah satu bunga potong yang banyak diminati oleh konsumen. Nilai plus bunga krisan adalah aromanya yang khas lembut sehingga bisa ditambahkan dalam teh agar teh terasa lebih wangi.

Produksi bunga krisan secara nasional untuk ekspor berdasarkan data dari Pusdatin Kementan tahun 2016 volumenya sebesar 60.648 kg dengan nilai 905.723 US$. Tahun 2017 naik menjadi sebesar 61.064 kg dengan nilai 866.553 US. Angka sementara tahun 2018 sebesar 37.280 kg dengan nilai 400.478 US$.

Bantuan APBN yang diberikan Kementerian Pertanian dari tahun 2016 – 2018 untuk pengembangan florikultura terutama komoditas krisan sebesar 27.236 m2. Menurut Sarwo Edhy, Direktur Buah dan Florikultura “Untuk Kota Tomohon sendiri bantuan APBN dai tahun 2016-2018 untuk pengembangan krisan sebesar 11.500 m2”.

- Advertisement -

Salah satu sentra Krisan terbesar di luar pulau Jawa yaitu Sulawesi Utara tepatnya di Kota Tomohon. Potensi krisan di kota tomohon 17.811 m² berdasarkan luasan screen house yang tersedia. Angka tetap BPS tahun 2017 sebesar 3.591.000 tangkai. “Bunga krisan menjadi komoditi unggulan Kota Tomohon karena memiliki nilai estetika dan nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Jimmy F Eman, Walikota Tomohon.

Peluang Tomohon menjadi pengekspor bunga semakin terbuka lebar. Salah satu negara yang berkeinginan mengimpor bunga krisan asal Tomohon ini adalah Singapura. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Tomohon Vonny Pontoh mengungkapkan rencana ekspor bunga krisan sudah sampai pada tahap meneliti sampel bunga.

“Ekspor ke negara tetangga ini nantinya berpeluang membuka ekspor ke negara lain seperti Australia, Cina dan Jepang. Untuk sementara pangsa pasar bunga masih diserap oleh pasar lokal,” ujarnya.

Krisan telah dibudidayakan di Kota Tomohon sejak tahun 1960-an. Varietasnya Kulo dan Riri telah di budidayakan oleh petani bunga Kota Tomohon, Sulawesi Utara secara turun temurun sejak masa Kolonial Belanda dan menjadi ciri khas Kota Tomohon yang jarang tumbuh di daerah lain di Indonesia bahkan dunia.

“Bunga ini dibawa saat Belanda berada di Indonesia, sekitar tahun 1950 – 1960 an” ungkap Jaffry Lolowang staf Show Window Kakaskasen. Warnanya didominasi kuning dan putih. Salah satu lokasi budidaya bunga krisan di Tomohon yaitu di Kakaskasen Kecamatan Tomohon Utara.

Nama krisan mengadopsi dari bahasa daerah yakni krisan kulo artinya krisan putih dan krisan riri artinya krisan kuning, telah diakui keunggulannya secara nasional dan dikenal oleh masyarakat dunia. Kulo (putih) bermakna kejujuran dan kesetiaan sedangkan Riri (kuning) bermakna kegembiraan, keceriaan, dan optimisme.

Pemerintah Kota Tomohon telah mendaftarkan varitas Bunga Krisan, kulo dan riri pada Kementerian Pertanian RI (Kementan RI). Varitas Kulo terdaftar dengan SK Menteri Pertanian Nomor 2276/kpts/SL-120/VIII/2012, sedangkan varitas Riri didaftarkan lewat SK Menteri Pertanian Nomor 2277/KPTS/SL-120/VIII/2012.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Hortikultura, maka untuk di kembangkan secara legal satu varitas harus di daftarkan dan terdaftar. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Tomohon diwajibkan mengembangkan varietas itu untuk di produksi oleh petani Tomohon menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang berperan strategis dalam gelar tehnologi pengembangan bunga krisan di kawasan timur Indonesia melalui budidaya pascapanen dan pengekspor varitas bunga krisan.

Selain krisan varietas kulo dan riri khas Tomohon petani bunga juga membudidayakan krisan varietas lain yang bibitnya diambil dari Pulau Jawa. “Memang yang menjadi permasalahan saat ini, untuk pengadaan bibit krisan masih bergantung pada produsen benih dari luar Kota Tomohon, sehingga kami pun terus berupaya melalui kerja sama dengan unsur terkait, agar nantinya tercipta industri benih krisan di Tomohon,” jelas Jimmy.

Tanaman krisan membutuhkan _green house_ atau rumah lindung. Ukuran bangunan sekitar 10×20 meter menggunakan plastik UV 40 persen dengan penyinaran menggunakan lampu pijar yang berfungsi untuk merangsang tumbuhnya bunga krisan. Tak jarang hama penggerek bunga dan virus datang untuk mencegahnya menggunakan insektisida.

Dibutuhkan pupuk khusus untuk pertumbuhan bunga krisan, hingga siap dipanen di 90 hari masa tanam. Perlakuan pascapanen krisan setelah dipanen agar bertahan hingga satu bulan pasca dipotong dari tangkainya., dengan cara diletakkan di wadah berisi air. Lebih bagus ditambah gula. Ibaratnya, gula jadi energi baru bagi bunga untuk menyambung hidup,” ungkap Mogi, petani krisan Tomohon.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER