Jokowi Resmikan Enam Kampus Milik Muhammadiyah

1009
Presiden Joko Widodo menghadiri peresmian kampus milik Muhammadiyah di Lamongan hari ini (foto: okezone)

MONITOR, Lamongan – Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan lembaga pendidikan tingkat universitas milik Muhammadiyah di Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11). Ada enam kampus yang ditingkatkan statusnya, diantaranya Universitas Muhammadiyah Lamongan, Institute Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Kudus, STIKES Muhammadiyah Wonosobo, Poltekkes Aisyiyah Banten dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Muhammadiyah yang sudah berusia 106 tahun. Menurut Jokowi, Muhammadiyah selama ini sudah banyak memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Hari ini berbahagia sekali, saya ingin mengucapkan selamat milad yang ke-106 kepada Muhammadiyah. 106 memperjuangkan amal ma’ruf nahi mungkar, 106 tahun mengembangkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat, dan 106 tahun mengabdi kepada negara, kepada Ibu Pertiwi. Terima kasih atas pengabdian Muhammadiyah yang tiada henti,” kata Jokowi saat sambutan, Senin (19/11).

Presiden Joko Widodo usai meresmikan enam perguruan tinggi milik Muhammadiyah

Jokowi melanjutkan, Muhammadiyah dalam perjalannya telah melahirkan tokoh-tokoh besar. Sebut saja KH Ahmad Dahlan, Siti Walidah, hingga Kasman Singodimedjo yang baru saja ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

“Selama 106 tahun Muhammadiyah telah mewakafkan tokoh-tokoh besarnya untuk kebesaran dan kemajuan negara, kemajuan bangsa. Kita tau Bapak Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah, Nyai Siti Walidah, Buya Hamka, Ki Bagus Hadikusumo, Kiai Haji Mas Mansoer, dan Mr. Kasman Singodimedjo yang 11 hari yang lalu telah kita tetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” papar Jokowi.

Perlu diketahui, dalam acara ini, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana, Mensesneg Pratikno, Menristekdikti M Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubenur Jatim Soekarwo, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.