POLITIK

Empat Fakta Dibalik Pemasangan Poster ‘Raja Jokowi’

MONITOR – Poster yang menampilkan Joko Widodo mengenakan busana ala raja dan mahkota berhasil membuat geger banyak kalangan, terutama para pendukungnya. Dalam tampilan poster itu, dituliskan sebuah slogan ‘Ayo Kita Bekerja Untuk Rakyat’ disisipi logo banteng dan PDI Perjuangan nomor tiga. Belakangan, salah satu pengurus PDIP Jawa Tengah mengaku sudah mengetahui sosok dibalik pemasangan poster tersebut. Berikut ini empat fakta soal poster ‘Raja Jokowi’.

1. Tersebar di seantero Jawa Tengah

Rupanya, poster tersebut sudah tersebar di seluruh penjuru Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto. Ia mengatakan, jumlah APK tersebut mencapai ribuan dan tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kini, selebaran poster tersebut sudah dikumpulkan di kantor partai di Semarang.

2. Dinilai merendahkan martabat Jokowi

Mendapati tersebarnya puluhan ribu poster ilegal, PDIP kemudian memutuskan untuk menurunkan poster tersebut karena tidak merasa mencetak dan mengeluarkannya. Meskipun, dalam poster itu ada logo PDIP. Gambar Jokowi berpakaian raja juga dianggap telah merendahkan martabat Jokowi, karena Jokowi merupakan calon presiden yang maju melalui pemilihan umum.

“Ini merendahkan kecerdasan. Ini era demokrasi, pejabat politik, ini sebagai capres, artinya kalau kemudian dikatakan raja, raja kan tidak dipilih, harusnya dipilih, elektoral. Ini merendahkan kecerdasan PDIP,” kata Bambang.

3. Dianggap sebagai Kampanye Hitam

PDI Perjuangan menilai poster ‘Raja Jokowi’ sarat dengan kampanye hitam atau black campaign. Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, dibalik pemasangan poster itu jelas ada tujuan negatif.

“Kami melihat jika ini poster ‘siluman’, dari orang yang tidak menghendaki Pak Jokowi, bentuk downgrade terhadap karakter pada Pak Jokowi. Berarti ini adalah bentuk black campaign, yang pasti bukan dari PDI Perjuangan atau tim kampanye nasional,” kata Andreas saat diwawancarai di Kompas Tv.

4. Pemasang diberi upah mulai Rp5 ribu

Para pemasang poster ‘Raja Jokowi’ hampir kebanyakan adalah warga yang mendukung Joko Widodo sebagai Presiden. Namun karena demi uang, mereka pun bersedia untuk memberikan jasa memasang poster tersebut di sejumlah titik lokasi. Adapun harga pemasangan poster beragam, ada yang mendapat upah Rp5 ribu plus bambu dan tali, serta Rp10 ribu untuk pemasangan satu poster.

“Dibayar Rp10 ribu perposter. Itu diluar APK. Setiap desa pasang 10. Kalau di Jateng ada 8000 desa, berarti 80 ribu,” kata Bambang.

“Sekali pasang, yang memasang dapat Rp 5 ribu, plus bambu dan tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum percetakannya, pengangkutannya dan lain lain. Melibatkan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar,” kata Bambang.

Recent Posts

Itjen Kemenag Kawal Ketat Pembangunan 271 KUA Lewat Dana SBSN 2026

MONITOR, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terus memperkuat pengawasan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA)…

45 menit yang lalu

DPR Minta UMKM Digendong Jadi Pelaksana Utama Program BGN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menegaskan perlunya kehadiran dan…

5 jam yang lalu

Dugaan Kebocoran Data Instagram, DPR: Tak Cukup Hanya Klarifikasi!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi mendorong pemerintah melakukan investigasi…

9 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga: Lebih Dari 1,2 Juta Kendaraan Masuk dan Keluar Wilayah Jabotabek Selama Libur Isra Mikraj 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan PT Jasa Marga (Persero)…

11 jam yang lalu

MTQ Nasional 2026, Dirjen Bimas Islam: Jawa Tengah Paling Siap Jadi Tuan Rumah

MONITOR, Jakarta - Provinsi Jawa Tengah menunjukkan kesiapan dalam menyambut penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)…

11 jam yang lalu

Kemenperin Percepat Fasilitas Sertifikasi Halal untuk Perkuat Industri Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri halal nasional melalui percepatan fasilitasi…

12 jam yang lalu