ULASAN

Saat Masyarakat Dibuat Bingung Soal Asal-Usul Orang Tua Jokowi

MONITOR, Jakarta – Potongan pidato calon presiden nomor urut 02, Prabowo Soebianto terkait “Tampang Boyolali” beberapa hari lalu, sempat menghebohkan jagat dunia maya karena dianggap melecehkan.

Bahkan terkait hal itu, juga ada sejumlah kelompok massa yang kemudian turun ke jalan melakukan aksi demo. Ternyata, pidato “Tampang Boyolali” itu hingga saat ini masih cukup ramai dibahas.

Yang menarik, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal asal usul keluarganya pada Minggu 4 November 2018. Dia menegaskan, orang tuanya berasal dari Boyolali, bukan keturunan Tiongkok yang berasal dari Singapura.

Sementara di waktu yang berbeda, saat membagikan sertifikat tanah untuk warga Jakarta Timur dan Bekasi, pada Kamis 31 Mei 2018, Jokowi menyatakan bahwa Bapaknya adalah orang Karanganyar. Kedua pernyataan Jokowi itu menepis kabar yang menerpa dirinya keturunan PKI. Jokowi juga menjawab isu yang menyebutnya anak pengusaha Singapura keturunan Tionghoa.

Namun, dua pernyataan berbeda Jokowi terkait asal usul orangtuanya itu membuat Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno heran.

“Agak lucu ya beberapa bulan lalu Pak Jokowi bilang bapaknya orang Karanganyar, ibunya orang Boyolali. Lalu di saat ada kasus Boyolali, Pak Presiden bilang bapak dan ibunya orang Boyolali. Kok bisa berubah. Ini berbahaya lho. Urusan bapaknya saja dia bisa berbeda-beda. Apalagi urusan janji sama rakyat,” kata Jubir Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Senin 5 November 2018.

Dia melihat ada indikasi pidato ‘tampang Boyolali’ Prabowo sengaja digoreng kubu sebelah. Andre pun menilai Jokowi sedang memainkan strategi playing victim.

“Inilah mungkin indikasi memang kasus Boyolali sengaja digoreng pihak sebelah. Ada indikasi mobilisasi PNS yang dilakukan Bupati Boyolali yang notabene pendukung Pak Jokowi dan kader PDIP,” ujarnya.

“Pengakuan Pak Jokowi yang dulu bapaknya orang Karanganyar dan sekarang Boyolali ini adl strategi playing victim supaya gorengan tampang Boyolali terus bergulir,” lanjut Andre.

Politikus Gerindra itu memandang apa yang terjadi saat ini membahayakan. Andre menyebut ada upaya permainan politik rasial dan kebencian.

“Bagi kami, ada upaya dari pihak lawan atau sekelompok orang untuk terus menyeret politik rasial dan kebencian dengan melakukan tafsir terhadap pernyataan Pak Prabowo. Gorengan ini jelas merupakan perilaku politik yang kotor dan berbahaya untuk persatuan dan keberagaman kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bicara soal asal usul keluarganya pada Minggu 4 November 2018. Dia menegaskan orang tuanya berasal dari Boyolali, bukan keturunan Tiongkok yang berasal dari Singapura.

“Bapak ibu saya itu orang desa di Boyolali,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di Gedung ICE BSD, Serpong, Tangerang.

Enam bulan lalu, Jokowi juga pernah mengungkit asal bapak ibunya. Saat itu ia menyebut bapaknya berasal dari Karanganyar.

“Ada juga isu Pak Jokowi anak Tionghoa dari Singapura, namanya A Hong Liong. Bapak saya itu orang Karanganyar, orang desa betul di Karanganyar. Ibu saya orang desa di Boyolali,” ujar Jokowi di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Kamis 31 Mei 2018.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

10 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

10 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

10 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

12 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

13 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

13 jam yang lalu