Empat Fakta soal Aksi Bela Tauhid jilid II

1010
Puluhan ribu massa menggelar Aksi Bela Tauhid di Jakarta

MONITOR, Jakarta – Puluhan ribu umat Islam hari ini menggelar aksi demo menuntut pembelaan terhadap aksi pembakaran bendera Tauhid, Jumat (2/11). Sejak pagi, mereka mengenakan baju putih dan melakukan long march menuju istana kepresidenan. Berikut ini empat fakta yang MONITOR ulas mengenai aksi bela tauhid atau aksi 211 tersebut.

1. Massa aksi berjumlah 10 ribu orang

Aksi yang bertajuk Seruan Nasional Aksi Bela Tauhid atau Aksi 211 ini cukup banyak. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, berdasarkan surat pemberitahuan yang diterimanya menyebutkan bahwa ada sekitar 10.000 orang yang mengikuti aksi.

2. Polisi kerahkan personel sebanyak 14 ribu

Puluhan ribu massa menggelar salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal. Siangnya, mereka melakukan long march atau Parade Tauhid menuju Istana. Untuk mengantisipasi adanya kericuhan, pihak kepolisian sudah menyiapkan 14 ribu personel untuk menjaga massa yang datang dari sejumlah wilayah.

3. Rekayasa lalu lintas disiapkan

Selain mengerahkan personel keamanan, pihak kepolisuan juga mengatur rekayasa lalu lintas selama aksi berlangsung. Berikut ini rute lalin yang disiapkan:

– Arus lalin dari Jalan Hayam Wuruk yang mengarah ke Jalan Majapahit dibelokkan ke arah Jalan Gadjah Mada.

– Arus lalin dari TL Bina Graha belok ke Jalan Juanda diluruskan sampai TL Mahkamah Agung, lurus ke arah Pasar Baru, Jalan Doktor Sutomo dan arus lalin yang akan balik di Tugu Adi Pura diluruskan juga.

– Arus lalin dari Pasar Baru diluruskan ke Jalan Gunung Sahari, bisa ke kanan ke Gedung Kesenian dan bertemu dengan pertigaan. Pengendara bisa ke kanan ke Jalan Lapangan Banteng Utara atau ke kiri ke Jalan Budi Utomo.

– Arus lalin dari Jalan Medan Merdeka Utara bisa belok ke kiri Pejambon dan belok ke kanan ke arah Masjid Istiqlal. Dari Tugu Adipura dibelokkan ke kanan kembali ke Pasar Baru.

– Arus lalin dari Pejambon bisa ke kiri ke arah Sawah Besar dan bisa ke arah kanan ke Pejambon dan di depan Stasiun Gambir bisa ke kanan arah Gedung Pertamina maupun ke kiri ke arah Tugu Tani.

– Setelah salat Jumat, massa akan berjalan kaki melawan arus melewati Jalan Perwira. Massa masuk ke pintu masuk Monas timur laut. Jalan Majapahit dan Jalan Veteran clear.

– Massa dari Gunung Agung ke Tugu Tani yang mengarah ke Monas diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

– Arus lalin dari Kebon Sirih diluruskan ke arah Kwitang, tidak belok ke kiri ke Jalan Ridwan Rais atau Jalan Medan Merdeka Timur.

– Arus lalin Jalan MH Thamrin depan Indosat atau Patung Kuda belok kiri ke Gedung Kemuliaan. Kalau terjadi kepadatan, rekayasa lalin diberlakukan dari Sarinah dibelokkan ke Jalan Abdul Muis. Sementara arus lalin dari TL Kebon Sirih belok ke kiri ke Jalan Fachrudin dan arus lalin dari Jalan Wahid Hasyim lurus ke Majapahit belok ke kiri Caringin via Tomang atau lurus ke Jalan Gadjah Mada.

4. Menuntut pembakar Bendera Tauhid harus diadili

Isu membubarkan Banser adalah hoaks. Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara FPI Slamet Ma’arif. Dalam aksi Bela tauhid, Slamet menegaskan para demonstan akan fokus pada dua tuntutan, yaitu meminta pemerintah mengakui bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid sebagai bendera tauhid dan meminta aparat melakukan penegakan hukum seadil-adilnya terhadap pembakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

“Sama sekali nggak ada tuntutan (bubarkan Banser) itu. Itu hoax yang dilempar pihak-pihak tertentu, yang ingin menggagalkan dan mengadu domba umat Islam. Saya pastikan tidak ada tuntutan pembubaran Banser. Kita fokus kepada penegakan hukum sekaligus pembelaan kalimat tauhid,” kata Slamet, yang juga Ketum PA 212.