PERTANIAN

KRPL Kementan, Berkontribusi Atasi Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

MONITOR, Jakarta – Potensi lahan pekarangan Indonesia diperkirakan capai 10,3 juta hektar. Jika dikembangkan untuk aneka tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, akan berkontribusi dalam penanganan kerawanan serta kemiskinan.

Melihat potensi tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian sejak tahun 2010 telah mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari. Dari tahun 2015 hingga kini telah tersebar
di 8.814 kelompok di 34 provinsi.

Dalam keterangannya, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengajak  masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam aneka tanaman, baik sayuran maupun buah-buahan.

“Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ini adalah solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” jelas Agung.

Menurut Agung, KRPL juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, karena sebagian hasil panen dari pekarangan bisa dijual.

“Dengan demikian, KRPL yang kami kembangkan juga berkontribusi dalam penanganan kerawanan pangan dan kemiskinan,” jelas Agung yang ditemui dikantornya beberapa waktu lalu.

KRPL adalah salah satu gerakan Diversifikasi pangan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan berbasis sumber daya lokal melalui melalui pengembangan Kebun Bibit Desa, demplot dan pengembangan pekarangan anggota.

“Melalui KRPL yang dikembangkan, konsumsi pangan masyarakat, baik sumber protein serta sumber vitamin mineral yang diperoleh dari sayur dan buah dapat meningkat, sehingga konsumsi pangan masyarakat lebih beragam, bergizi seimbang dan aman. Tidak terlaku banyak porsi karbohidrat (beras),” tambah Agung.

Nilai tambah dalam pengembangan KRPL adalah, relatif mudah dalam penanganannya. Misalnya di saat musim kemarau dimana kesulitan air, tanaman di pekarangan bisa dipenuhi dari air yang ada dirumah.

Agar KRPL bisa berkelanjutan, diharapkan Kebun Bibit Desa (KBD) yang dbangun benar-benar dikembangkan untuk mencukupi kebutuhan anggota, sehingga usaha bisa berkelanjutan.

“Saya sudah meminta kepada setiap daerah, agar kelompok menggalakkan pembibitan di KBD dan membagikannya kepada anggota, sehingga KRPL ini bisa lestari,” pesan Agung

Berdasarkan kajian ekonomi yang dilakukan BKP, kegiatan  KRPL sangat  membantu ekonomi rumah tangga dalam menghemat pengeluaran Rp 750 ribu hingga Rp 1,2 juta/rumah tangga dalam sebulannya.

Recent Posts

Menaker Minta Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio, Bukan Sekadar Sertifikat

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan pelatihan untuk…

4 jam yang lalu

Petugas JMTO Ruas Balikpapan-Samarinda Lakukan Pengamanan Lajur Imbas Karhutla

MONITOR, Samarinda - Petugas operasional PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Ruas Balikpapan–Samarinda (Balsam) sigap menangani…

4 jam yang lalu

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengendalian rabies di Bali melalui penyediaan vaksin,…

4 jam yang lalu

TCL Ajukan Gugatan terhadap Samsung terkait Klaim Teknologi Mini LED pada Televisi

MONITOR, Jakarta — TCL, perusahaan elektronik asal China, mengajukan gugatan terhadap Samsung di pengadilan federal…

12 jam yang lalu

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

17 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

1 hari yang lalu