Sekeluarga Tewas Tertembak di Kepala, Polisi Temukan Pesan Ini

1017
ilustrasi

MONITOR, Palembang – Warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Bukit Sangkal, Blok A 18, Palembang, Sumatera Selatan, mendadak heboh atas ditemukannya satu keluarga yang tewas. Satu keluarga itu ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.

Satu keluarga yang ditemukan tewas itu adalah Fransiscus (47), Margaretha (45), Rafel (18), dan Ketty (11). Seluruh korban saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diautopsi.

“Masih belum tahu kapan peristiwa ini terjadi. Karena keterangan warga sekitar pukul 21.00 WIB masih pemilik rumah ini masih ngobrol sama warga di kompleks,” kata Kasubdit Jatanras Polda Sumatera Selatan AKBP Yoga Baskara di lokasi kejadian, Rabu 24 Oktober 2018.

Polisi belum bisa memastikan penyebab keempat korban itu tewas. “Motifnya apa juga masih kami selidiki. Korban semua sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Semua turun, baik itu Polresta Palembang maupun dari Polda Sumsel,” ujar Yoga.

Meski demikian, polisi menemukan senjata api di tangan Fransiscus, kepala keluarga yang ditemukan tewas tertembak. Polisi memastikan senjata api jenis revolver itu ilegal.

“Korban ditemukan memegang senjata dan semua peluru bersarang di kepala. Sejauh ini dipastikan senjata api ini tak ada izin alias ilegal, kami sudah cek ini semuanya,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara di Polda Sumsel.

Zulkarnain belum dapat memastikan apakah senjata api tersebut organik ataupun non organik. Bahkan nomor senjata api sejauh tidak ada terdaftar di Perbakin atau di polisi.

“Korban Frans memang ditemukan ada memegang senjata. Apakah bunuh diri atau tidak tunggu forensik. Tetapi yang jelas semua peluru masih bersarang di kepala keempatnya,” sambung mantan Kapolda Riau ini.

Tak ada barang yang hilang dalam peristiwa itu. Polisi juga memastikan tidak ada pintu rumah yang rusak. Begitu pun mobil BG-88-WY milik korban, masih terparkir rapi di halaman rumah.

Salah satu anggota keluarga korban, Effendi, mengaku baru mengetahui kabar tersebut tadi pagi. “Tahu dari pembantu kalau keluarga saya meninggal. Ini kalau dari pembantu kan jam 23.00 WIB malam masih sempat lihat Frans makan, ya dia masak sendiri di dapur,” ujarnya.

Dikatakan Effendi, seluruh keluarganya meninggal karena luka tembak tepat di kepala. Diduga pasangan suami-istri itu bunuh diri dengan senjata api revolver. “Mereka ditemukan di kamarnya masing-masing. Sementara kedua anak terpisah. Ada senjata api jenis revolver yang juga ditemukan di lokasi. Termasuk juga tiga selongsong dan satu peluru aktif,” imbuh Effendi.

“Saya nggak tahu apakah mereka ini ada masalah. Tapi kalau lihat kondisinya, 80 persen pasti bunuh diri. Karena menurut polisi yang antar ke Bhayangkara ini pun begitu,” kata pria yang tinggal di sekitar Pasar Cinde itu.

Effendi mengaku, Fransiscus juga sulit ditemui sejak beberapa bulan lalu. Jadi dia tak mengetahui secara detail penyebab korban tewas. “Kalau ada masalah pekerjaan mungkin, karena akhir-akhir ini memang dia sulit untuk ditemui. Karena kalau sama kami memang kalau ada masalah tidak boleh cerita sama orang lain,” katanya.

Pihak keluarga saat ini menyerahkan kasus tewasnya keluarga Frans kepada pihak berwajib. Termasuk adanya senjata api dan digenggam oleh Fransiscus. “Saya nggak tahu senjata itu milik siapa, tapi memang ditemukan di rumah Frans. Kami keluarga saat ini menunggu hasil dari kepolisian saja,” tutup Effendi.

Selain sekeluarga itu, polisi menemukan dua ekor anjing milik korban yang sudah mati. Kedua anjing itu dibunuh sebelum keempat korban tewas ditembak.

Kedua anjing yang mati itu, Chocky dan Snowy telah dibawa polisi ke Polda Sumsel untuk keperluan penyidikan. Termasuk selimut dan bantal yang ditemukam di kamar para korban.

Polisi juga menemukan surat di atas laptop. Surat itu ditemukan di meja kerja, tepatnya di atas laptop milik Fransiscus. Dalam sepotong kertas itu, tertulis kalimat:

Aku sudah sangat lelah… Maafkan aku.. Sedangkan di kertas kedua, tertulis kalimat: Aku sangat sayang dengan anak dan istriku…, Chocky & Snowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini…