Sambut Pencalonan Hinca, Warga Binjai Bangga Anak Asahan jadi Tokoh Nasional

1011
Sekjend DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan

MONITOR, Binjai – Warga Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), turut menaruh rasa bangga dengan adanya anak Asahan yang moncer di pentas politik nasional. Tokoh yang dimaksud adalah Hinca Panjaitan, Sekjen DPP Partai Demokrat.

Perasaan ini diakui Alfarisi, Koordinator Persaudaraan Pemuda Binjai saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Binjai, Sumut, pada Rabu (24/10/2018) siang. “Kami turut berbangga dengan beliau. Namanya sehari-hari memang sering dibicarakan, apalagi setelah memegang jabatan Sekjen Partai Demokrat. Ini prestasi anak Asahan pada khususnya, dan Sumut pada umumnya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/10/2018).

Alfarisi menceritakan, nama Hinca Panjaitan sudah sejak lama menjadi buah bibir di sekitar Binjai dan Sumatera Utara. Seingatnya, sejak muncul ke publik sebagai anggota pengacara lalu di PSSI, masyarakat mencari tahu siapa sesungguhnya sosok Hinca. “Adanya marga Panjaitan di belakang namanya tentu menjadi simbol Sumut. Sejak saat itu ia ramai dibicarakan. Kini setelah semakin sukses di Jakarta, kedatangannya pun dinanti-nanti. Kita mau Bung Hinca urus kamilah yang di Sumut,” lanjutnya.

Bersama kawan-kawannya, Alfarisi mengaku sudah cukup lama menanti kehadiran Hinca. Ia berharap agar mantan Plt. Ketua Umum PSSI tersebut bisa punya banyak waktu untuk berbagi pengalaman dengan anak-anak muda Sumut, khususnya Kota Binjai. “Sumut saat ini boleh dikatakan sedang defisit keteladanan. Semoga sosok bang Hinca mampu menjadi teladan anak-anak muda seperti kami. Kami menunggu kedatangannya,” pungkasnya.

Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), masuk menjadi Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut III dalam pembagian kategori wilayah Pemilu Legislatif DPR RI. Ia bergabung dengan Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kota Pematangsiantar, Batubara, Simalungun, Pakpak Barat, Dairi, Karo, serta Langkat.

Hinca Panjaitan dikonfirmasi akan kembali maju di Dapil tersebut setelah lima tahun lalu tidak cukup suara untuk langsung duduk di kursi DPR RI Senayan, Jakarta.