Data Terbaru BNPB, 2.113 Orang Meninggal Akibat Gempa Sulteng

1009
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Asep Syaefudin)

MONITOR, Palu – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaharui data korban terdampak akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam penjelasannya mengungkapkan, hingga saat ini yang tercatat meninggal sudah 2.113 orang akibat gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Selain itu BNPB juga mencatat ada 4.612 orang yang mengalami luka berat. Korban meninggal terbanyak berasal dari Kota Palu dengan rincian yang meninggal di Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang.

“Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Minggu 21 Oktober 2018.

Dari jumlah total korban yang meninggal dunia, 1 orang adalah warga Korea Selatan yang ditemukan di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. Selain itu, sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

“Tidak benar, adanya berita yang memberitakan 2 orang warga Belanda yang juga menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa. Tim Posko Kementerian Luar Negeri dan Basarnas sudah menelusuri berita tersebut, bahwa berita tersebut tidak benar,” ujar Sutopo.

“Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas hanya menemukan 1 jenasah warga negara Korea Selatan pada 4 Oktober 2018. Pencarian korban di Hotel Roa-Roa juga sudah dihentikan sejak 8 Oktober 2018 dan memang tidak ada korban lainnya,” katanya.